Self Destructive! Hindari Kebiasaan-Kebiasaan Berikut

oleh -34 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Perilaku self destructive bisa menjadi topik yang menakutkan. Ini seperti gremlin gelap yang mengintai di sudut-sudut kehidupan; itu bersembunyi di tempat-tempat yang kita latih sendiri untuk dilihat dan sengaja dihindari. (herdi)

Mengapa kita self destructive?

Namun, ketika saya tumbuh, saya menyadari bahwa perilaku self destructive adalah ekspresi dari Bayangan Diri kita (alias ‘sisi gelap’ kita), yang timbul dari harga diri yang rendah, harga diri yang rendah, dan bahkan harga diri yang rendah. kebencian.

Sementara psikolog berspekulasi bahwa perilaku sabotase diri bisa menjadi mekanisme koping (yaitu, untuk mengatasi stres, tekanan, tuntutan sosial, dll), yang lain melihat perilaku self destructive sebagai cara untuk mempertahankan zona nyaman karena kurangnya self-destructive. -kepercayaan diri atau perasaan tidak berharga.

8 Kebiasaan Orang yang Merusak Diri

Gejala dan/atau kebiasaan perilaku self destructive meliputi:

1. Menampung pola pikir yang mengalahkan diri sendiri

Pola pikir yang mengalahkan diri sendiri adalah bentuk tidak sadar dari perilaku self destructive karena menghasilkan ramalan yang terpenuhi dengan sendirinya. Contohnya termasuk pemikiran seperti, “Saya akan gagal, saya hanya tahu itu,” “Saya tidak akan pernah keluar hidup-hidup,” “Ini akan menghancurkan saya sepenuhnya,” dll.

2. Gagal mengambil tindakan

Gagal mengambil tindakan mungkin pasif, tetapi masih bersifat self destructive. Ketika kita tahu ada sesuatu yang buruk bagi kita, tetapi gagal untuk mengambil tindakan atau langkah apa pun untuk mengatasi masalah tersebut, pada dasarnya kita sedang mempersiapkan diri untuk, dan menjamin, kegagalan.

3. Makan berlebihan

Makan berlebihan biasanya muncul sebagai kebiasaan menjejalkan diri dengan makanan manis, berlemak, dan olahan. Ini adalah kebiasaan menyedihkan yang dapat mengakibatkan banyak masalah kesehatan jangka panjang (belum lagi dampak negatif jangka pendek pada suasana hati, tidur, kreativitas, dll.).

4. Kurang makan

Banyak under-eater membodohi diri mereka sendiri dengan berpikir bahwa mereka menguntungkan diri mereka sendiri. Kenyataannya adalah bahwa makan yang kurang biasanya merupakan plester untuk masalah citra diri yang serius dan masalah psikologis lainnya.

5. Ketidakmampuan yang dipaksakan

Ketidakmampuan yang dipaksakan berarti menggambarkan diri Anda sebagai tidak cerdas atau tidak mampu mencapai sesuatu dengan sukses. Kebiasaan ini biasanya bermula dari kurangnya rasa percaya diri pada kemampuan Anda dan dapat berfungsi sebagai mekanisme koping.

6. Berusaha keras untuk menyakiti orang lain

Apa yang terjadi akan datang, seperti yang mereka katakan, dan pengaruh negatif yang Anda miliki terhadap orang lain, baik dengan kata-kata atau perbuatan, pada akhirnya akan terwujud dalam hidup Anda sendiri.

7. Menyakiti diri sendiri (Self harm)

Menyakiti diri sendiri adalah ekspresi fisik yang ekstrem dari perilaku self destructive. Praktik ini terkait dengan harga diri yang rendah dan keinginan untuk mengatasi rasa sakit emosional dengan cara fisik.

8. Mengasihani diri sendiri (Self pity)

Mengasihani diri sendiri adalah bentuk tidak sadar dari perilaku self destructive. Itu destruktif karena mendorong kita untuk tetap tidak aktif (yaitu, berkubang dalam kemalangan kita), daripada mendorong pendekatan proaktif terhadap kehidupan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.