Tertekan Karena Teman Lama? Lakukan Tips Ini!

oleh -27 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Bayangkan kalian melakukan reuni dengan teman-teman yang sudah lama tidak bertemu, namun setelah bertemu Anda malah terasa tertekan karena sikapnya. Anda berharap bertemu dan bernostalgia dengan mereka, tapi Anda berakhir kecewa dengan teman lama Anda. (herdi)

Wajar saja apabila seorang teman yang sudah lama tidak bertemu sudah berubah dan menjadi orang yang sudah tidak kita kenal lagi. Karena manusia itu mahluk yang sangat fleksibel dan mudah sekali berubah mengikuti lingkungannya. Bagus apabila berubah menjadi lebih baik, namun bagaimana bila teman lama Anda berubah menjadi buruk bahkan lebih buruk dari sebelumnya? Berikut ini tips menanani teman lama yang membuat Anda tertekan.

1.      Utarakan Apa yang Ingin Kalian Utarakan

Pastinya kehidupanmu kini dengan saat kamu mengenal teman dekat kamu ini sudah jauh berbeda. Mungkin kamu mengenalnya saat masih SD atau SMP. Nah, saat ini, kalian sudah sama-sama berjuang. Jadi goal hidup kalian pasti sudah jauh berbeda.

Nah, sebagai seorang teman yang baik, kalian harus jelaskan secara bijak goal kalian kini. Sehingga lama-lama teman kamu ini akan mengerti. Gak usah berharap ia akan cepat mengerti, namun tetap utarakan saja.

2.      Selaraskan Visi Kamu

Nah setelah dia akhirnya tau dan bosan juga dengerin cita-cita kamu, maka kalian harus sama-sama mempunyai visi misi yang sama, nih buat mencapai goal masing-masing. Misal kalau kamu ingin menikah sebelum usia 30, maka kamu harus lebih giat bekerja, cari penghasilan tambahan, dan lainnya. Yang jelas kamu dan teman kamu sama-sama tahu visi, dan misi masing-masing sehingga harapannya dia akan mengerti dan gak toxic lagi.

3.      Tetapkan Batas Dengannya

Nah, sering kali hal ini dilupakan di dalam hubungan pertemanan. Karena semakin dekat hubungan, maka semakin pula berkurangnya rasa saling menghormati.

Kalian harus secara sadar atau tidak sadar, mengetahui ranah kalian. Jangan melebihi batasan jika kalian tetap ingin menjadi seorang sahabat. Pisahkan masalah pribadi yang bersifat privasi dengan masalah yang memang dapat dibagi. Dan sebagai seorang sahabat, kalian harus mengerti privasi teman kalian juga.

4.      Utarakan Kalau Dia Membuatmu Tertekan

Jika dalam usaha kalian menerapkan poin di atas masih menemukan kendala, teman kamu masih aja toksik dengan mengganggu usaha kamu dalam mencapai cita-citamu dengan alasan persahabatan, maka utarakanlah keberatanmu secara langsung.

Mungkin di sini akan timbul konflik, namun akan jauh lebih baik dibicarakan di depan daripada kamu mengumbar kekesalan di belakang teman kamu.

5.      Jauhi Dia Kalau Sudah Berlebihan

Ketika perasaan kesal itu muncul akibat konflik dengan teman itu terjadi, selanjutnya gak apa-apa, kok kamu break sebentar untuk gak kontak dan gak hang out bareng teman kamu itu. Terkadang dalam hubungan yang sudah lama, jeda itu diperlukan untuk masing -masing merefleksikan diri.

Baru setelah pikiran sudah kembali jernih, kalian bisa kembali berjumpa, mungkin bermaafan dan kembali menjadi seorang teman.

Sumber: idntimes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.