5 Tanda Ketika Sebuah Hubungan Dikuasai Ego

oleh -111 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Berlawanan dengan kepercayaan populer, ego sebenarnya adalah bagian yang sangat sensitif dari jiwa kita. Hal ini, pada dasarnya, siapa kita percaya diri kita. Ketika ego kita terluka atau terancam, kita cenderung menyerang secara defensif. (herdi)

Tak perlu dikatakan, aspek yang mengakar (dan seringkali delusi) ini dapat menciptakan keretakan besar dalam hubungan kita. Perhatikan tanda-tandanya, lihat apakah itu beresonansi, dan pertimbangkan untuk menerapkan perbaikan ego.

1. Mencari Nomor satu

Penyerapan diri tidak memiliki ruang dalam suatu hubungan. Atau, lebih tepatnya, tidak ada ruang untuk suatu hubungan ketika salah satu pasangan terlibat secara kronis.

Jika Anda menemukan bahwa Anda menempatkan diri Anda sebelum pasangan Anda, terobsesi dengan kebutuhan Anda sendiri, dan biasanya jatuh ke dalam percakapan sepihak, kemungkinan ego yang menjalankan pertunjukan. Namun, sebelum itu merusak pertunjukan sepenuhnya, cobalah membawa keseimbangan ke dalam hubungan Anda. Ini semua tentang tiga C – peduli, hidup bersama, dan bekerja sama. Salah satunya adalah angka yang paling sepi, jadi buang ego dan sambut lebih banyak angka.

2. Kritikus yang suka mencari kesalahan

Ego itu seperti kritikus satu orang yang terus-menerus menyela pendapatnya, apakah kita mau mendengarnya atau tidak. Yang lebih buruk, kritikus batin ini dengan cepat menjadi komentator luar – kita mulai mempercayai omongannya, lalu mengkhotbahkannya kepada semua orang di sekitar kita yang tidak sesuai. Alih-alih “Saya tidak pandai xyz,” ceritanya dengan cepat menjadi “Kamu tidak pandai xyz.”

Anda dapat menenangkan kritikus yang gigih ini dengan mendengarkannya, memahami bahwa pikiran/kata-kata ini berasal dari tempat yang tidak aman, dan beralih dari kritik ke kasih sayang.

3. Semuanya adalah Kompetisi

Persaingan yang sehat itu hebat, dan bahkan dapat memperbaiki hubungan kita dengan menambahkan beberapa permainan dan persahabatan ke dalam hidup kita, tetapi sedikit saja bisa sangat membantu. Kita semua memiliki teman yang selalu dalam mode “lawan aku” (yang tidak akan dimainkan oleh siapa pun!).

Jangan jadi teman itu. Obsesi ego untuk menjadi raja bukit dapat membuat Anda menginjak-injak banyak hubungan baik, jadi bermainlah dengan baik dan jaga agar semuanya tetap ringan.

4. Kebanggaan Pergi Sebelum Kejatuhan

Ah, kebanggaan. Terlalu sedikit bisa menghancurkan harga diri kita, dan terlalu banyak bisa membuat kita sombong. Serangan ego mungkin terasa luar biasa, tetapi waspadalah terhadap dampak dari terlalu mementingkan diri sendiri.

Sulit untuk menemukan media yang bahagia ketika ego berkuasa. Namun, begitu Anda menerima kenyataan bahwa Anda jauh lebih dari sekadar harta benda Anda, pencapaian Anda, atau anugerah Anda, Anda dapat mulai bersantai menjadi martabat yang jujur ​​dan tenang yang mengilhami orang-orang di sekitar Anda untuk berjalan dengan kepala sedikit lebih tinggi juga. .

5. Jari Menunjuk

Mereka yang cepat menuding pasangan atau teman mereka sering menjadi pihak yang harus disalahkan. Tetapi ketika ego Anda mengklaim bahwa semua orang salah kecuali Anda, memang sulit untuk tidak mengeluarkan uang.

Ambil tanggung jawab dan kenali saat Anda melontarkan tuduhan tanpa terlebih dahulu merenungkan situasinya. Berusahalah untuk memahami suatu situasi dan jelajahi semua aspeknya sebelum menarik pelatuknya. Tidak ada pemenang dalam permainan menyalahkan.

Sumber: Doyou

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.