A-Teen Episode 9: Akan Sedih Jika Sendirian (7)

oleh -29 views
A-teen episode1
Source: allkpop

ZETIZEN RADAR CIREBON- Kamu suka nonton drama sekolah? Usiamu masih remaja?. Kini kami menyajikan sebuah alur cerita dari Web Drama Korea A-Teen yang berkisah tentang remaja usia 18 tahunan yang berkaitan dengan isu pertemanan, percintaan dan perjuangan mereka meniti masa depan. Berikut ini adalah alur cerita bagian 7 dari Drama A-Teen Episode 9. (IND)

Alur Cerita A-Teen Episode 9 Bagian 7

Aku sudah terbiasa, berada di tengah.

Do Ha meminta maaf karena tidak mengajak Kim Ha nonton film dengannya bersama dengan Bo Ram. Tetapi karena Do Ha memakai istilah urri , Kim Ha menjadi marah, seolah dia tidak berada di antara Do Ha dan Bo Ram.

Tetapi orang-orang mengatakan, kau akan merasa kurang sensitif setelah terbiasa.

Bo Ram tidak tahan lagi dan menyuruh Do Ha serta Kim Ha berhenti bertengkar. Tetapi, Do Ha dan Kim Ha masih terus berdebat.

“Tolong berhenti,” teriak Bo Ram dan menangis. “Berhenti, tolong hentikan.”

Do Ha dan Kim Ha jelas kaget.

“Kenapa kalian bertengkar? Apa kalian tidak memikirkanku? Kita bertiga. Jika dua bertengkar, satu di biarkan sendiri. Aku capek dan lelah di tinggalkan sendiri di rumah dan di sekolah! Ibuku memperlakukan kakakku lebih baik karena dia belajar untuk ujian nasional, ibuku menyayangi adikku karena dia laki-laki.  Aku… aku tidak mau membantu upacara pemakaman. Juga tidak mau memakai sepatu bekas kakakku. Aku tidak mau merasa kesepian saat kalian sedang bertengkar. Aku tidak meminta perhatian, aku hanya tidak ingin terjebak di antara kalian!” tangis Bo Ram melampiaskan perasaannya.

Orang berkata, kau setidaknya akan berada di tengah. Tapi… jika aku tetap diam, aku sedih di tinggalkan sendiri.

Kim Ha langsung berkata kalau mereka tidak bertengkar. Dan Do Ha mengajak makan tteobokki. Bo Ram langsung berhenti menangis dan meminta mereka untuk tidak bertengkar lagi.

“Tapi, Do Ha, kau beneran suka Min?” tanya Bo Ram.

Do Ha terkejut mendengarnya, apalagi dia sedang minum, jadi keselek. Melihat hal itu, Bo Ram kembali tertawa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.