Apa LGBT Termasuk dalam Kategori Gangguan Jiwa?

oleh -138 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Sungguh miris melihat banyaknya kaum-kaum LGBT yang mulai menampakan diri. Dan saya sungguh terkejut dengan jumlahnya, ternyata banyak yang diam-diam mendukung aksi LGBT di Indonesia. Di kota Cirebon sendiri sudah cukup banyak dan saya dengar kabar bahwa sudah ada komunitasnya. Berikut penjelasan yang telah saya lansir dari situs bbc tentang apakah hal ini termasuk gangguan jiwa atau bukan. (herdi)

Dulu kita menganggap kalau penyimpangan seksual ini adaal gangguan jiwa, namun sekarang sudah berbeda. Asosiasi Psikiatri Amerika Serikat (APA) menyatakan telah menyurati Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) guna mendorong perhimpunan tersebut untuk mempertimbangkan ulang kebijakan bahwa homoseksualitas masuk dalam kategori masalah kejiwaan.

Menurut ahli dari APA, ada komponen biologis yang kuat pada orientasi seksual dan itu bisa dipengaruhi interaksi genetik, hormon, dan faktor-faktor lingkungan. Singkatnya, tiada bukti saintifik bahwa orientasi seksual, apakah itu heteroseksual, homoseksual, atau lainnya, adalah suatu kehendak bebas.

Masalah kejiwaan

Kepada BBC Indonesia, Dr Danardi Sosrosumihardjo, SpKJ(K) selaku ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI), mengatakan masih harus berdiskusi dengan rekan-rekannya mengenai isi surat yang dikirimkan Asosiasi Psikiatri Amerika Serikat.

Dalam undang-undang nomor 18 tahun 2014 tentang kesehatan jiwa, terdapat dua pengelompokan, yakni Orang dengan Masalah Kejiwaan (ODMK) dan Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Perbedaannya, ODMK memiliki risiko mengalami gangguan jiwa, sedangkan ODGJ sedang mengalami gangguan jiwa.

Masuknya kaum lesbian, gay, dan biseksual dalam kelompok ODMK bertujuan mengklasifikasi gangguan psikologis macam apa yang dialami mereka, dan bukan menangani orientasi seksual mereka.

“Dalam profesi kami, untuk memahami lesbian, gay, dan biseksual, orientasi seksual bukan menjadi fokus diagnosisnya. Fokus diagnosis adalah apabila terjadi gangguan psikologis, gangguan perilaku pada kelompok lesbian, gay, dan biseksual. Gejala perilaku bisa terjadi dari berbagai hal, apakah itu aspek biologi, aspek psikologi, bisa aspek sosialnya. Orientasi seksual justru bukan yang menjadi fokus masalahnya,” papar Dr Danardi.

Salinan Pedoman dan Penggolongan Diagnosis Gangguan Jiwa III yang di dapatkan BBC Indonesia menyebut kaum lesbian, gay, dan biseksual masuk dalam klasifikasi perilaku yang berhubungan dengan perkembangan dan orientasi seksual. Namun, pada butir F66 pedoman tersebut di nyatakan, problem juga bisa di alami individu yang heteroseksual.

Gangguan

Ahli Neurologi, dr. Ryu Hasan sebelumnya mengatakan lesbian, gay, dan biseksual bukanlah penyakit dan bukanlah gangguan.

“Kecuali jika orang tersebut merasa tidak nyaman, itu bisa di bilang gangguan dan baru di lakukan terapi.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.