, ,

Biografi dan Puisi Karya Muro Saisei

oleh -62 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Muro Saisei (室生犀星) adalah seorang penyair, novelis dan penulis cerita pendek pada masa sastra modern Jepang. Nama asli Muro Saisei adalah Muro Terumichi. (an)

Biografi singkat

Berikut ini adalah biografi singkat Muro Saisei-sensei

Bertempat lahir di kota Kanazawa, prefektur Ishikawa pada 1 Agustus 1889 dan nama asli beliau adalah Murō Terumichi. Dengan masa kecil yang kurang mengenakkan, saat di bangku Sekolah Dasar Kanagawa (atau untuk saat ini setara sekolah menengah pertama) beliau keluar dan mulai bekerja sebagai juru tulis, lalu dari sinilah beliau mulai menulis puisi serta tanka (sajak pendek/puisi Jepang dengan tiga puluh satu suku kata).

Kemudian beliau mulai menggunakan nama pena Saisei pada tahun 1906 sebagai upaya untuk bersaing dengan Kokubu Saito (seorang penulis kanshi (sajak Cina) di daerah Kanazawa pada saat itu). Selanjutnya beliau memilih nama Saisei yang memiliki arti ‘Barat Sungai Sai’, tempat beliau di besarkan dengan Kuil Uho yang letaknya di sisi kiri sungai dan beliau menyukai pemandangan pegunungan di atas sungai tersebut.

Kemudian di tahun 1913, beliau di undang oleh Kitahara Hakushuu untuk menulis kumpulan puisi Hakushuu di majalah Zanboa. Yang selanjutnya membawa relasi pertemanan antara beliau dan Hagiwara Sakutaro. Selanjutnya di tahun 1916 kedunya memulai sebuah majalah tidak resmi bernama Kanjo (emosi) untuk menerbitkan karya mereka hingga tahun 1919. Dan saat yang bersamaan beliau juga turut menulis di majalah terkenal Jepang.

Kemudian pada tahun 1930-an beliau memutuskan untuk menjadi seorang novelis dan menerbitkan karya berjudul Selamat Tinggal Puisi, Aku Putus Denganmu (Goodbye Poem, I am breaking up with you) sebagai pernyataan perpisahan beliau dengan puisi/sebagai penyair walau setelah ini beliau tetap menulis banyak puisi. Kemudian di tahun 1935, beliau mendapat Penghargaan Bungei Konwakai (kelompok diskusi) dari karyanya yaitu Ani Imouto (Kakak dan Adik). Selanjutnya beliau juga pernah menjadi panitia dari Penghargaan Akutagawa (salah satu penghargaan sastra paling bergengsi di Jepang) hingga tahun 1942. Beliau juga mendapat penghargaan Kikuchi Kan pada tahun 1941. Dan kemudian setelah Perang Dunia II, beliau menetapkan diri sebagai novelis dan menghasilkan banyak karya yang sangat bagus. Beliau wafat di usia ke-73 tahun karena kanker paru-paru.

Sumber: allpoetry & BunAl fandom

Puisi

Kemudian berikut ini beberapa puisi karya beliau, namun puisi-puisi ini masih berbahasa Inggris.

Inside A Deep Isolation

When a musician steps down off the stage,

when he steps down, sent off with the clapping of a fine crowd of people,

what an intense and deserted isolation he must feel.

In spite of that thunder of admiration

how deeply a fine musician, outside the bounds of the crowd of people,

must love with a passion the height of isolation that is his.

Muro Saisei

City River

Rain is falling down quietly.

On the river it is hushed,

making a delicate sound.

Occasionally a streetcar passes reflecting shadows on the

dull leaden surface.

Several groups of barges are tied up.

Though boats touched by the rain

seem to move

they are fastened.

From the eaves of a roof a streak of smoke rises up.

From a window a child eagerly watches a streetcar on the

bridge for as long as it is there.

Figures of people on the street all reflect upon the

water and quietly they disappear.

The smoke still rises up.

A woman who looks like the mother of the child

washes a green bunch of leeks.

In the hushed rainfall everything has turned into a fantasy of the bridge.

Muro Saisei

Home is where you reminisce

Home is where you reminisce when you are far away

and sing with sorrow

Sumber dan puisi lainnya: allpoetry

Baca juga: Biografi dan Puisi Karya Hagiwara Sakutaro

Lihat juga: Biografi dan Puisi Karya Kitahara Hakushuu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.