Gajah Laut dan Kemampuan Navigasinya

oleh -55 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Hai, sobat! Tahukah kamu kalau gajah laut ternyata ada dua spesies? Yuk, kenalan lebih lanjut!

Gajah Laut Utara

Mirounga angustirostris dapat kita temukan di daerah California. Namun, mereka lebih suka mengunjungi pulau-pulau lepas pantai daripada daratan Amerika Utara.

Gajah Laut Selatan

Mirounga leonina hidup di perairan sub-Antartika dan Antartika yang memiliki kondisi sangat dingin tetapi kaya akan ikan, cumi-cumi, dan makanan laut. Mereka berkembang biak di darat tetapi menghabiskan musim dingin di perairan Antartika yang dingin di dekat lapisan es Antartika.

Spesies ini adalah yang terbesar dari semua jenis. Panjang jantan bisa lebih dari 20 kaki dan beratnya mencapai 8.800 pon.

Pertarungan Kawin dan Reproduksi

Saat musim kawin tiba, hewan ini menentukan dan mempertahankan wilayahnya. Mereka mengumpulkan harem yang terdiri dari 40 hingga 50 betina, yang jauh lebih kecil daripada pasangannya yang sangat besar. Pejantan saling bertarung untuk mendapatkan dominasi kawin. Beberapa pertemuan berakhir dengan sikap mengaum dan agresif, tetapi banyak lainnya berubah menjadi pertempuran yang kejam dan berdarah.

Para betina terkadang melahirkan seekor anak di akhir musim dingin dan merawatnya selama kurang lebih satu bulan. Saat menyusui anak mereka, betina tidak makan—baik ibu maupun anak hidup dari energi yang tersimpan dalam cadangan lemak yang cukup. Betina melahirkan satu anak setiap tahun setelah kehamilan 11 bulan.

Migrasi

Gajah laut bermigrasi untuk mencari makanan, menghabiskan waktu berbulan-bulan di laut dan sering menyelam jauh untuk mencari makan. Mereka kembali ke penangkaran mereka di musim dingin untuk berkembang biak dan melahirkan. Meskipun gajah laut jantan dan betina menghabiskan waktu di laut, rute migrasi dan kebiasaan makan mereka berbeda. Pejantan mengikuti rute yang lebih konsisten sementara betina memvariasikan rute mereka dalam mengejar mangsa yang bergerak.

Gajah laut diburu secara agresif untuk diambil minyaknya, dan jumlah mereka pernah berkurang hingga di ambang kepunahan. Untungnya, populasi telah pulih di bawah perlindungan hukum.

Setiap tahun, gajah laut betina hamil menempuh perjalanan sekitar 10.000 kilometer dan lebih dari 240 hari melintasi Samudra Pasifik Utara Timur sebelum kembali ke pantai penangkaran mereka untuk melahirkan dalam waktu lima hari setelah kedatangan mereka.

Sebuah penelitian yang muncul 28 Februari di jurnal biologi Current Biology menemukan bahwa kemampuan navigasi yang mengesankan ini bergantung pada indera peta internal, yang berfungsi seperti GPS bawaan.

“Kami menemukan bahwa gajah laut yang bermigrasi tahu seberapa jauh mereka dari pantai tempat mereka berkembang biak ribuan kilometer jauhnya,” kata Roxanne Beltran dari University of California di Santa Cruz.

“Mereka juga tahu kira-kira berapa lama mereka akan kembali.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *