Hiu Karpet Berbintik, Hewan Endemik Indonesia

oleh -239 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Hiu karpet berbintik, hewan endemik Indonesia. Banyak hewan yang mengandalkan bentuk tubuhnya sebagai kamuflase untuk memangsa buruan. Salah satu yang terbaik adalah hiu unik yang satu ini. (ree)

Ketika mendengar kata hiu apa yang ada dalam pikiranmu? Hiu menjadi salah satu predator lautan yang ditakuti. Umumnya sebagai karnivora yang bergigi tajam dan hidup di laut lepas. Bagaimana jika ada hiu yang berjalan?

Baca juga: Berkenalan Dengan Tikus Hidung Bintang

Hiu karpet berbintik Hemiscyllium freycineti. Hewan ini memiliki habitat di laut dangkal dengan terumbu karang, pasir dan rumput laut yang lebat.

Hiu karpet atau hiu berjalan yang juga disebut sebagai hiu bambu merupakan salah satu spesies yang unik. Alih-alih bertubuh besar dengan gigi tajam, hiu karpet tampak imut. Corak tubuhnya lebih menyerupai tokek.

Hewan ini memiliki warna kulit coklat dengan pola bintik-bintik berbentuk segi enam yang berwarna coklat gelap hingga kehitaman. Hiu karpet berbintik memiliki 4 sirip yang ada di bagian tubuh sebelah kanan dan kiri, tetapi memiliki bentuk segitiga yang ujungnya tumpul dan juga tebal. Ukuran dari tubuh hiu ini hanya sampai 46cm saja, baik itu jantan maupun betina.

Hiu ini hanya dapat di temukan di Papua lebih tepatnya di perairan Kepulauan Raja Ampat. Hiu karpet berbintik biasanya berenang dalam kedalaman 0-12m di bawah permukaan laut. Makanan hiu karpet berbintik adalah hewan kecil jenis invertebrata. Hewan ini dapat mempunyai spirakel yang terdapat di bawah mata.

Bentuk dan coraknya yang unik sangat menarik untuk dipelihara dan juga keindahan warna hiu jenis ini membuat orang berlomba-lomba untuk menjadikan ikan ini sebagai penghias aquarium.

Bertambahnya minat akan hiu ini tentunya harganya yang mahal, membuat ikan ini banyak diburu dan ditangkap dalam jumlah besar. Hal ini pastinya berdampak terhadap makin menurunnya jumlah ikan hiu karpet berbintik di habitat aslinya.

One thought on “Hiu Karpet Berbintik, Hewan Endemik Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.