Joy of Missing Out (JOMO) Masa Bodo dengan Sosmed

oleh -68 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – JOMO adalah singkatan dari joy of missing out. Artinya merujuk pada tindakan untuk tidak terlibat dalam kegiatan tertentu, terutama yang berkaitan dengan media sosial atau sumber hiburan lainnya. Oleh karena itu JOMO adalah kebalikan dari FOMO, Fear of Missing Out (herdi)

Alih-alih pergi ke pesta panas berikutnya, para pendukung Joy of Missing Out memilih untuk tetap meringkuk di rumah dan menonton serial favorit mereka – semuanya tanpa rasa bersalah atau penyesalan. Mereka hanya menikmati saat ini dan telah menolak gagasan bahwa hidup hanya memuaskan ketika selalu ada sesuatu yang baru untuk dialami.

Kita hidup di masa dengan banyak kesempatan. Dan peluang ini terus-menerus membombardir kita di internet – tidak hanya di jejaring sosial tetapi juga setiap kali kita mengklik portal berita, menonton video YouTube, atau mendengarkan podcast.

Pendukung Joy of missing out tidak lagi membiarkan diri mereka tertekan oleh berbagai peluang dan tayangan digital yang tak ada habisnya dari kehidupan yang tampaknya sempurna ini. Mereka yang menemukan kegembiraan karena kehilangan diri mereka sendiri tidak lagi mencoba mengikuti setiap tren yang muncul dari web. Sebaliknya, orang-orang dengan JOMO sengaja menurunkan persneling dan memperhatikan kebutuhan mereka sendiri.

Joy of Missing Out vs. detoksifikasi digital

Meskipun tekanan dan stres dalam banyak kasus diperburuk oleh internet dan smartphone, itu tidak berarti bahwa orang-orang yang mempraktekkan kegembiraan karena kehilangan menjadi pertapa yang menolak teknologi. Joy of missing out lebih tentang menemukan keseimbangan dan memilih kontak yang ditentukan sendiri dengan dunia digital.

Kenikmatan melewatkan juga tidak harus sama dengan timeout dari smartphone dan internet. Memang, rezim detoks digital ini juga dapat diambil dari rasa kebutuhan dan kebutuhan untuk optimalisasi diri.

Joy of missing out berusaha mengembalikan kegembiraan ke kehidupan sehari-hari alih-alih tekanan, dan itu juga bisa berarti menikmati beberapa layanan digital dengan senang hati.

5 cara untuk mempromosikan JOMO

Tapi justru itu yang tidak biasa bagi banyak orang. Mereka yang merasa sulit untuk tidak melakukan apa-apa harus memperhatikan lima tips berikut:

Waktu untuk refleksi diri

Joy of life tidak meningkat dengan semakin banyaknya kegiatan rekreasi. Meskipun penting untuk melakukan sesuatu dengan teman dan keluarga, penting juga untuk secara teratur menghabiskan waktu sendirian untuk kesejahteraan mental Anda sendiri. Idealnya, tanpa menggunakan smartphone, TV, atau internet.

Kejelasan tentang prioritas

Semakin sering Anda meluangkan waktu singkat untuk memikirkan hidup Anda, semakin Anda sadar akan faktor-faktor dalam hidup Anda yang benar-benar penting bagi Anda. Pertimbangkan komitmen dan aktivitas mana yang tidak lagi tepat untuk Anda dan hentikan untuk menciptakan lebih banyak waktu bagi orang-orang dan pengalaman yang berarti bagi Anda.

Belajarlah untuk mengatakan tidak

Ketika prioritas Anda jelas, Anda akan merasa lebih mudah untuk mengatakan “tidak” pada undangan, permintaan, dan penawaran. Tetapi jika kata itu adalah hal yang sulit bagi Anda, fokuslah pada bidang kehidupan Anda yang akan memiliki lebih banyak waktu ketika Anda mengatakan tidak. Lagi pula, setiap tidak berarti ya yang berharga untuk rencana Anda sendiri.

Sisihkan waktu offline

Di saat-saat hening apakah Anda mendapati diri Anda meraih ponsel cerdas atau menyalakan TV? Atasi dorongan internal ini. Gunakan aplikasi yang membatasi akses Anda ke program tertentu, atau nikmati waktu istirahat di akhir pekan di kafe tanpa Wi-Fi.

Fokus dengan masa sekarang

Lebih banyak JOMO secara otomatis datang ketika Anda menerima saat ini. Di akui, ini tidak mudah. Tetapi meditasi dapat membantu. Telah terbukti mengurangi tingkat stres dan meningkatkan perasaan bahagia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.