MotoGP 2022 dan 5 Rookie-nya di Musim Ini

oleh -39 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – MotoGP 2022 menghadirkan 5 rookie, tak semua berasal dari Moto2, ada juga yang dari Moto3. Berikut ini uraian singkat mengenai pendatang baru MotoGP.

Musim baru MotoGP akan start pada akhir pekan ini. Race pertama menyuguhkan balapan di Sirkuit Losail, Qatar. Balapan berlangsung, Minggu (6/3/2022) pukul 22.00 WIB.

Ada 5 rider yang akan debut di MotoGP. Dari Gresini ada Fabio Di Giannantnio. Sementara KTM Tech3 menggaet dia rider Moto2, Raul Fernandez dan Remy Garner.

Tim milik Valentino Rossi, VR46 Racing menggaet satu debutan, Marco Bezzecchi. Sementara itu, tim Yamaha RNF memasangkan Andrea Dovizioso dengan rider dari Moto3, Darryn Binder.

1. Remy Gardner

Yang pertama ada Remy Garnder. Ia merupakan juara dunia Moto2 musim lalu. Dia memperkuat tim Red Bull KTM Ajo.

Di kasta kedua adu cepat kuda besi, Gardner memetik lima kemenangan dari 18 balapan. Gardner mampu mencatatkan 311 poin untuk menobatkan diri menjadi juara dunia.

Rider asal Australia itu sudah start sebanyak 114 kali di ajang Moto2 dan Moto3. Disamping itu, ia mampu 17 kali mencapai posisi podium dan 5 kali memetik kemenangan.

Gardner bukan orang asing buat tim Tech3. Dia pernah memperkuat tim yang sama di kelas Moto2 pada musim 2017 dan 2018. Sementara bersama KTM, Gardner penah menghabiskan waktu semusim pada 2014.

2. Raul Fernandez

Raul Fernandez yang akan menjadi rekan setim Gardner di KTM Tech3. Musim lalu, rider Spanyol itu juga setim dengan Gardner, sekaligus merupakan saingan berat Gardner dalam perburuan gelar juara dunia Moto2.

Fernandez mengoleksi kemenangan lebih banyak daripada Gardner, 8 kali. Tapi, dia tiga kali gagal finis. Akibatnya, Fernandez harus puas finis kedua dengan koleksi 9 poin lebih sedikit daripada Gardner.

Di ajang Moto2 dan Moto3, Fernandez sudah start sebanyak 60 kali. Dia mampu 10 kali memetik kemenangan dan sudah 16 kali meraih podium.

Namun, Fernandez belum pernah menjadi juara dunia saat berpartisipasi dalam Moto2 dan Moto3 yang dia ikuti. Posisi runner-up Moto2 musim lalu merupakan pencapaian terbaiknya.

3. Fabio Di Giannantonio

Gresini mempromosikan Fabio Di Giannantonio pada MotoGP musim ini. Dia akan menjadi rekan setim Enea Bastianini.

Diggia sudah menjalani sebanyak 52 start di Moto2. Ada 1 kemenangan yang sudah dia raih bersama Gresini pada musim lalu.

Diggia menjadi juara saat balapan Moto2 di Spanyol. Secara keseluruhan, ia sudah pernah finis 8 kali di podium pada ajang Moto2.

Di klasemen akhir Moto2 musim lalu, ia mampu finis di posisi ketujuh. Italiano itu mengumpulkan sebanyak 161 poin.

4. Marco Bezzecchi

VR46 Racing Team mempromosikan salah satu rider akademinya, Marco Bezzzecchi ke MotoGP. Rider 23 tahun itu dipromosikan dari tim yang berlomba di Moto2 musim lalu.

Lalu, di Moto2 musim lalu, Bezzecchi mampu 7 kali mencapai posisi podium. Dia menang di Moto2 yang berlangsung pada seri balapan Styria.

Dengan pencapaian itu, Bezzecchi mampu finis ketiga. Dia membukukan sebanyak 214 poin.

Pada sesi tes di sirkuit Mandalika pada pertengahan Februari, dia menempati posisi ke-22.

Soal motor di ajang MotoGP, Bezzecchi sudah membandingkannya dengan motor yang ia kendarai di Moto2.

“Pertama, anda harus belajar suatu hal, seperti komponen elektronik. Ini menjadi proses panjang, tapi saya mempunyai kesulitan yang lebih sedikit pindah dari Moto2 ke MotoGP dibandingkan dari Moto3 ke Moto2.”

“Saat ini, saya belum bisa mencapai batas dengan motor, tapi saya membawa ApeCar, yang saya bawa saat Desember,” kata Bezzecchi menambahkan.

5. Darryn Binder

RNF Yamaha melakukan perjudian dengan merekrut Darryn Binder. Rider asal Afrika Selatan itu sempat menjadi sorotan para rider MotoGP karena gaya balapan yang agresif.

Binder merupakan andalan tim Sprinta Racing di Moto3 musim lalu. Dia finis ketujuh dengan raihan 136 poin.Selama berkiprah di Moto3, Binder sudah start sebanyak 117 kali. Dua mampu sekali menang dan 6 kali meraih podium.

“Tentunya, kami tahu ada risiko besar untuk kami, tapi juga sama halnya untuk dia. Hal yang terpenting adalah berproses,” kata pemilik RNF Yamaha, Razlan Razali, di GP One. (cva)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *