Naga Padoha, Makhluk Mitologi Suku Batak

oleh -126 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Dengan beragamnya suku dan kepercayaan, Indonesia memiliki banyak sekali kisah legenda atau mitos khas daerahnya tersendiri. Mulai dari asal muasal suatu tempat hingga larangan-larangan yang ada. Salah satu cerita tersebut adalah cerita Naga Padoha yang berasal dari masyarakat Suku Batak.

Padoha sendiri merupakan sosok naga ghaib dalam kepercayaan mitologi Batak dan Bali. Di tanah Batak, Padoha terkenal sebagai dewa pengacau kehidupan manusia agar manusia melenceng dan menyalahi tatanan kearifan hidup.

Tiga Dewa yang Menguasai Alrase

Masyarakat Batak Kuno meyakini bahwa di seemesta (Alrase) terdapat tiga kekuatan yang berbeda. Yaitu, Banua Ginjang (Surga-Kayangan), Banua Tonga (Alam Realita), Banua Toru (Alam Percobaan dan penderitaan).

Mulajadi Nabolon (Tuhan Pencipta Alam Semesta) memberikan kekuasaan tiga Banua tersebut kepada tiga Dewa Penguasa. Dewa Batara Guru berkuasa atas Banua Ginjang, Dewa Mangala Sori berkuasa atas Banua Tonga, dan Dewa Mangala Bulan yang berkuasa atas Banua Toru. Mereka disebut juga Debata Natolu (Dewa Triniti) yang bersinggasana di kahyangan.

Ketiga Dewa yang berkuasa atas 3 Banua mengutus dewa-dewa ke bumi untuk menjadi raja. Yang berkaitan dengan kehidupan manusia. Ada satu Dewi yang bernama Deak Parujar. Yaitu putri dari Dewa Batara Guru. Deak Parujar berhasil menjadikan bumi yang sebelumnya di selimuti air menjadi daratan melalui pemintalan benang menjadi ulos kemudian menggelarnya menjadi dataran tempatnya berkuasa. Atas kehendak Mulajadi Nabolon, Bumi kemudian penuh dengan tumbuhan dan makhluk hidup.

Ketika Deak Parujar putri dari Dewa Batara Guru, dalam proses menjadikan bumi menjadi dataran. Naga Padoha selalu mengusik pekerjaannya. Agar yang bertujuan untuk mengingatkan Deak Parujar akan janjinya kepada Mulajadi Nabolon.

Ketika saat itu Deak Parujar pun murka. Akhirnya mengikat Naga Padoha agar tidak bergerak lagi.

Naga Padoha diutus oleh Dewa Mangala Bulan untuk mengusik pekerjaan Deak Parujar ketika awal penciptaan dataran. Karena jika Naga tersebut bergerak, hal itu akan membuat daratan yang sedang Deak Parujar kerjakan bergoncang. Yang mengakibatkan longsor. Hal itu Naga Padoha lakukan untuk mengingatkan Deak Parujar. Agar selalu ingat bahwa dia bukanlah makhluk kahyangan, dan Bumi bukanlah tempatnya.

Naga Padoha yang Terlupakan

Kisah tentang sosok ini sendiri sudah mulai pudar di masyarakat Tanah Batak. Adanya proses masuk agama-agama lain seperti Kristen dan Islam yang bertentangan dengan mitologi ini pun menjadi salah satu faktor.

Dalam mitologi Batak, sosok naga ini mempresentasikan sosok iblis yang suka mengganggu manusia. Banyak masyarakat Batak yang percaya bahwa cerita tersebut bukan hanya mitos belaka, karena di dalamnya memiliki benang merah dengan agama-agama lain. Namun ada juga yang mengatakan bahwa ceritas tersebut hanyalah sebatas legenda atau mitologi sebagai bentuk dari kebudayaan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *