Somniphobia! Ketika Ingin Pergi Tidur tapi Takut

oleh -100 views

ZETIZEN RADA CIREBON – Bayangkan takut tertidur di malam hari. Satu hal yang menenangkan bagi kebanyakan orang menimbulkan rasa takut dan kecemasan yang mendalam pada orang lain. Nama fobia ini adalah somniphobia. Somniphobia adalah rasa takut untuk tertidur dan tetap tertidur. Banyak orang mengalami ketakutan ini pada satu waktu selama hidup mereka. (herdi)

Mungkin seorang anak menonton film menakutkan dan takut untuk pergi tidur selama beberapa malam. Atau mungkin orang dewasa takut tertidur selama satu atau dua minggu karena pembobolan lokal di lingkungan mereka.

Ketakutan ini normal dan biasanya hilang seiring waktu. Somniphobia, di sisi lain, adalah jangka panjang. Ini sangat mempengaruhi kehidupan sehari-hari mereka yang menderita karenanya. Jika Anda atau seseorang yang Anda cintai takut tertidur atau tetap tertidur, inilah saatnya menemui spesialis tidur.

Somniphobia – Takut Tertidur

Somniphobia adalah fobia jatuh dan/atau tetap tidur di malam hari. Ketakutan ini terus-menerus dan berlebihan. Ini juga tidak realistis. Alasan yang mendasari fobia bisa diketahui. Misalnya, seseorang yang menderita teror malam mungkin takut tertidur karena tidak ingin mengalami teror malam. Di lain waktu, penyebabnya tidak diketahui. Bekerja dengan spesialis tidur dan psikolog untuk mencoba dan menemukan akar penyebab fobia adalah langkah pertama yang sangat baik ketika bekerja menuju pilihan pengobatan.

Gejala Somnifobia

Seseorang dengan somniphobia merasakan kecemasan dan ketakutan yang parah untuk pergi tidur. Mereka mungkin menghindari tidur pada jam normal dan begadang sampai larut malam. Mereka juga mungkin memiliki kecemasan yang terlihat atau bahkan serangan panik sebelum waktu tidur. Orang ini mungkin berbicara tentang ketakutan mereka sepanjang waktu.

Tetapi ingat bahwa orang dengan fobia sering mencoba menyembunyikan ketakutan mereka. Ini bisa karena malu atau malu. Gejala fisik yang berhubungan dengan fobia juga terjadi. Karena kecemasan yang intens, mereka yang menderita somniphobia dapat mengalami gejala seperti mual, berkeringat, kedinginan, dan detak jantung yang meningkat. Anak-anak mungkin menangis dan berpegangan pada orang tua untuk menghindari tidur.

Penyebab Somniphobia

Penyebab somniphobia tidak sepenuhnya diketahui. Ini berbeda tergantung pada orangnya. Healthline.com menyebutkan beberapa gangguan dan ketakutan spesifik yang dapat menyebabkan somniphobia:

  • PTSD
  • Kelumpuhan tidur
  • Gangguan mimpi buruk
  • Ketakutan irasional lainnya, seperti takut api atau mati saat tidur

Dalam beberapa kasus, tidak ada penyebab yang jelas mengapa fobia berkembang.

Pilihan pengobatan

Langkah pertama adalah membuat janji dengan spesialis tidur dan psikolog. Yang terbaik adalah mengambil pendekatan multidisiplin ketika merawat fobia. Spesialis tidur Anda dapat mengobati gangguan tidur yang mendasari yang menyebabkan fobia. Ini mungkin termasuk teror malam atau kelumpuhan tidur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.