Fakta Menarik Sultan Jalaludin Akbar

oleh -82 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Sultan Jalaludin Akbar mungkin adalah salah satu nama yang tidak asik terdengar di Indonesia. Yups karena kisah Sultan Jalaludin Akbar pernah tayang di pertelevisian Indonesia. (Robi)

Walaupun kisah Raja Jalaludin Akbar pernah di angkat di layar kaca Indonesia, namun ternyata ada beberapa fakta menarik loh yang tidak terungkap dari film tersebut. Penasaran apa aja itu yuk lansung simak sampe akhir artikel berikut ini.

Biografi Sultan Jalaludin Akbar

Abu’l-Fath Jalaluddin Muhammad Akbar atau lebih sering kita kenal dengan sebutan Jalaludin Akbar merupakan raja ke-3 dinasty Mughal, lahir dari pasangan Humayun dan Hamida Banu Begum pada tanggal 15 Oktober 1542 di

Umerkot, Rajputana (Sindh, Pakistan).

Ia sendiri masih mewarisi darah dari Timur Lenk dan Genghis Khan, yang pada saat itu terkenal sebagai penakluk hebat. Jalaludin Akbar naik takhta pada usia 14 tahun setelah kematian ayahnya pada 1556, karena usianya yang masih muda ia harus mendapatkan bimbingan dari Bairam Khan ( jenderal kepercayaan ayahnya) dalam menjalankan pemerintahannya sampai tahun 1560.

Awal Pemerintahan

Pada masa awal pemerintahannya, Sultan Jalaluddin Muhammad Akbar tidak langsung menyusun ekspansi perluasan wilayah. Namun, ia terlebih dahulu menghadapi pemberontakan yang muncul dari keturunan Sher Khan Shah yang masih berkuasa di punjab. Kemudian pemberontakan yang mengancam kekuasaan Sultan Jalaluddin Akbar adalah pemberontakan yang di pimpin oleh Himu, sang penguasa Gwalior dan Agra. Sehingga terjadilah peperangan yang Panipat II pada tahun 1556. di mana Himu harus mengalami kekalahan. Ia ditangkap, kemudian dieksekusi. Dengan demikian, Mughal berkuasa penuh atas Agra dan Gwalior. Dalam menghadapi peperangan ini, Sultan Jalaluddin Akbar mendapat bimbingan langsung oleh Bairam Khan. Ini menjadi bukti betapa kuatnya rasa cinta Bairam Khan terhadap kerajaan Mughal.

Mengalami Pemberontakan

sang Sultan merasa bahwa kekuasaan Bairam Khan sudah terlalu besar dalam kerajaan Mughal, sehingga ia memerintahkan Bairam untuk menunaikan ibadah haji ke tanah suci di Makkah. Alih-alih menjalankan amanat sang sultan, Bairam Khan justru melancarkan pemberontakan yang akhirnya mengalami kekalahan di Jalandhar, Punjab.

Sultan yang berbaik hati mengampuni Bairam dan sekali lagi menyuruhnya untuk pergi ke Makkah. Kali ini Bairam benar-benar pergi. Namun, sebelum sampai ke tanah suci, ajal sudah terlebih dahulu menjemputnya di kota Chambai pada tahun 1561.

Meskipun ia berada di luar kendali Bayram Khan, Akbar masih menghadapi tantangan terhadap otoritasnya dari dalam istana. Adham Khan yang merupakan saudara angkatnya, membunuh penasihat lain di istana setelah korban mengetahui bahwa Adham menggelapkan dana pajak. Marah karena pembunuhan dan pengkhianatan atas kepercayaannya, Akbar menyuruh Adham Khan dilempar dari tembok pembatas kastil sebanyak 2 kali.

Nah sobat Zetizen gimana? menarik bukan kisahnya perjuangan Sultan Jalaludin Akbar, masih penasaran kelanjutan kisahnya? nantikan Part 2nya hanya di Zetizen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.