Tradisi Menyambut Bulan Ramadan Part 2

oleh -63 views

ZETIZEN RADAR CIREBON– Bulan Ramadan tinggal menghitung hari. Umat Muslim tengah bersiap-siap untuk menyambut bulan suci ini. Dalam artikel sebelumnya telah dibahas tradisi yang ada di Arab saudi dan Mesir dalam menyambut bulan Ramadan. Berikut ini adalah tradisi yang ada di dua negara yang berbeda.

Tradisi mengecat rumah di Maroko

Sejak tiga pekan terakhir Bulan Sya’ban, warga Maroko bersiap-siap menyambut Ramadhan dengan tradisi yang sangat unik. Yakni mengecat rumah-rumah mereka dengan aneka warna. Selain mewarnai dinding-dinding rumah, warga Maroko juga melakukan kerja bakti membersihkan rumah dan lingkungan.

Alhasil saat Ramadhan tiba, suasana bersih nan penuh warna begitu menyejukkan mata. Tradisi ini selalu dilakukan warga Maroko untuk menyambut bulan suci setiap tahunnya. Terkadang, mereka mengundang teman dan saudara untuk menyantap hidangan bersama. Suasana kekerabatan pun menyemarakkan penyambutan bulan yang penuh rahmat dan ampunan.

Tradisi Garangao di Qatar

Qatar juga memiliki tradisi menyambut Ramadhan yang tak kalah unik. Sebuah pawai dihelat untuk menyemarakkan bulan suci, selain untuk mengundang wisatawan ke negara Timur Tengah tersebut. Garangao, demikian sebutan pawai tersebut.

Pawai dimeriahkan oleh anak-anak yang mengenakan pakaian adat khas negara Qatar. Mereka berkeliling mengitari jalanan kota sembari memukul batu dan bersyair. Suara ydari pukulan batu membuat nada yang menarik. Karena itulah pawai ini bernama Garangao, yang berasal dari kata Gara yang bermakna suara ketukan batu.

Selama pawai berlangsung, masyarakat akan membagikan permen kepada anak-anak peserta Garangao. Mereka pun girang karena mendapatkan banyak permen dan kacang di setiap rumah yang mereka lewati. Pelaksanaanya setelah waktu magrib, pawai ini menjadi tradisi yang menyenangkan dan menjadi penantian wisatawan.

Itulah di antara tradisi berbagai negara saat menyambut Ramadhan. Indonesia pun tak kalah unik dengan beberapa tradisi di banyak daerah. Sebut saja tradisi padusan di beberapa kota, pawai di Kota Semarang, dan sebagainya.
Terlepas dari meriahnya tradisi, sudah sepatutnya kita menyambut Ramadan dengan suka cita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.