Asal-Usul Tradisi Mudik di Indonesia

oleh -79 views
Photo by <a href="https://unsplash.com/@luzhkovsky?utm_source=unsplash&utm_medium=referral&utm_content=creditCopyText">Anton Luzhkovsky</a> on <a href="https://unsplash.com/s/photos/jalan?utm_source=unsplash&utm_medium=referral&utm_content=creditCopyText">Unsplash</a>

Istilah Mudik

Dulunya, masyarakat umumnya menggunakan istilah pulang kampung, bersilaturahmi dengan keluarga besar hingga halal bi halal dengan keluarga di kampung.

Istilah mudik ini baru populer sekitar 1980-an. Kata ini menjadi sebutan untuk perantau yang pulang ke kampung halamannya.

Dalam bahasa Jawa, masyarakat mengartikan mudik sebagai akronim dari mulih dhisik yang berarti pulang dulu.

Sementara, masyarakat Betawi mengartikan mudik sebagai ‘kembali ke udik’. Dalam bahasa Betawi, udik berarti kampung.

Baca Juga : Menikah dengan Sepupu Bolehkah?

Akhirnya, secara bahasa mengalami penyederhanaan kata dari “udik” menjadi “mudik”.

Tahukah teman-teman, selain di Indonesia mudik juga terjadi di negara-negara lain, lo.

Seperti negara Tiongkok, India, Bangladesh, hingga Pakistan. Warganya akan berbondong-bondong untuk liburan dan bertemu dengan keluarga di hari-hari besar tertentu.

Nah, itulah asal mula tradisi Pulang Kampung yang jadi ciri khas Lebaran di Indonesia. Semoga bisa menambah pengetahuan teman-teman, ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *