4 Ciri Akan berakhirnya sebuah Hubungan! Yang Punya Ayang Wajib Baca

oleh -42 views
Photo by Jasmine Carter: https://www.pexels.com/photo/man-in-black-long-sleeved-shirt-and-woman-in-black-dress-888899/

ZETIZEN RADAR CIREBON – Hubungan setiap orang dengan orang lain tidak selamanya dapat terjalin lama. Berakhirnya sebuah hubugan entah pertemanan ataupun percintaan memang selalu menyakitkan, bahkan bagi sebagian orang lebih memilih sakit gigi daripada sakit hati.(Robi)

suka atau tidak suka kita pasti sudah sering melihat sebuah kehancuran dalam hubungan seseorang atau bahkan diri kita sendiri. Nah, ternyata adalah ciri-ciri akan berakhirnya hubugban seseorang khususnya soal percintaan! Penasaran apa aja? Yuk simak apa saja ciri-cirinya.

Kritik dalam Hubungan menjadi subjektif

Di poin pertama ini, mengkritisi tindakan yang berfokus bukan pada masalah dalam suatu hubungan, melainkan menyalahi dan mengubahnya menjadi komentar tentang kelemahan sifat karakter pasangan kita.

Kritik tersebut dapat muncul karena pasangan kita sudah menjadi seorang yang subjektif. Jadi apapun yang kita perbuat akan terlihat kurang menarik jika pasangan kita tahu bahwa itu berasal dari kita

Penghinaan

Setelah kritik, bukan tidak mungkin bagi pasangan Kita melontarkan kata-kata hina atau sesuatu yang tidak diharapkan. Adalah hal wajar bagi setiap orang ketika emosinya terlampau batas sehingga tidak mampu kendalikan sisi temperamennya.

Pembelaan diri

Pasangan Kita akan cenderung bersikap defensif atau membela diri sebagai bentuk reaksi yang Kita berikan. Terkadang, kritik itu ada hanya sebagai proyeksi, namun tetap dapat dirasakan.

Halangan dalam Hubungan

Yang terakhir merupakan halangan, maksudnya adalah Kita atau pasangan Kita akan berpikir dan menyadari bahwa salah satu diantara keduanya sedang memalingkan wajah bahkan bisa lebih daripada itu sehingga tidak ada celah/momentum yang tepat bagi keduanya untuk saling berbicara dan berbaikan.

Bukankah suatu hal baik jika memiliki hubungan yang sehat dan produktif tanpa adanya pihak-memihak, melainkan lebih kepada sisi kepercayaan satu sama lain. Perkara jodoh adalah anugerah yang tuhan telah tetapkan kepada setiap manusia melalui cerminan dari individu itu sendiri, maka ketika pasanganmu meniru kebiasaanmu, bukan salahnya, tapi perbaikilah dahulu kelakuan kita.

Sesuata yang kita sukai bukan berarti harus kita miliki, karena pepatah pernah bilang level teritinggi dari mencintai adalah mengikhlaskan. Nantikan lagi artikel menarik lainnya hanya di zetizen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.