Menikah dengan Sepupu Bolehkah?

oleh -40 views
Photo by graphics point: https://www.pexels.com/photo/a-man-embracing-a-woman-6957349/

ZETIZEN RADAR CIREBON – Menikah merupakan salah satu ibadah terlama dalam hidup kita. Menikah bisa jadi merupakan ibadah yang akan menamani kita sampai akhir hayat kita. (Robi)

Menikah merupakan sebuah proses menyatukan dua insan yang umumnya saling mencintai untuk memenuhi keimanan kita dan memenuhi hasrat kita. Namun di momen menjelang idul fitri kita sering bertemu sanak saudara, tak jarang dari momen seperti inilah muncul pertanyaan status hidup kita. Ketika kita siap menikah namun ada seseorang yang menarik hati kita yaitu sepupu. Lantas apakah halal jika terjadinya hubungan pernikahan dengan sepupu dari pihak keluarga kita? Penasaran dengan hukumnya yuk langsung simak artikel ini sampai habis

Hukum Menikahi Sepupu

dari hukum agama islam yang dikutip dari pernyataan Wakil Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah Syamsul Hidayat yang menjelaskan tentang fatwa Tarjih  hukum menikahi saudara sepupu. Menurutnya, tidak ada nash-nash baik dalam al-Qur’an maupun as-Sunnah (Hadist) yang sahih lagi maqbul yang melarang pernikahan antar saudara sepupu. Syamsul Hidayat menerangkan bahwa anggota keluarga yang tidak boleh dinikahi adalah laki-laki mahram atau sebaliknya seperti menikahi orang tua kandung sendiri, karena susuan (lir-radha’ah) seperti menikahi saudara sepersusuan, dan karena perkawinan (lil-mushaharah) seperti menikahi janda dari anak kandung sendiri atau menikahi anak tiri dari istri yang telah dikawini. Semua Hukum tersebut ada dalam ayat-ayat al-Qur’an yakni dalam QS. An-Nisa ayat 3, 22, 23, dan 24, QS. Al-Baqarah ayat 228, 230, 234, dan 235, dan QS. An-Nur ayat 3.

Pernikahan dengan sepupu sendiri ternyata adalah hal yang biasa terjadi di lingkungan masyarakat arab, termasuk anggota keluarga kerajaan Arab Saudi, Pernikahan semacam ini juga pernah terjadi pada keluarga Raja Salman.

Jadi dalam Hukum Islam, menikahi sepupu tidak ada larangannya. Walaupun tidak ada larangan tapi kita juga perlu mempelajari bagaimana dampak menikah dengan sepupu dari segi kesehatan?

Melalui artikel yang ditulis oleh Prof. Hanan Hamamy (seorang profesor yang mendalami ilmu genetik manusia) yang berjudul Consanguineous Marriages : Preconception Consultation in Primary Health Care Settings. Hanan menjelaskan bahwa anak dari hasil perkawinan dengan sepupu memiliki beberapa risiko itu ialah cacat lahir, gangguan pendengaran dini, gangguan penglihatan dini, keterbelakangan mental, perkembangan terhambat, kelainan darah bawaan, hingga kematian bayi hal ini terjadi karena Sepupu pertama (anak dari saudara ibu atau ayah) memiliki 12,5 persen DNA yang sama dengan DNA kita.

Nah gimana akhi dan ukhti dari Penjabaran di atas menikah dengan sepupu adalah hal yang diperbolehkan namun memiliki resikonya tersendiri. Semoga artikel di atas dapat membantu keraguan sobat zetizen, untuk artikel menarik lainnya nantikan hanya di zetizen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *