Mengenal Cumi-Cumi Vampir Penghuni Laut Dalam

oleh -128 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Mengenal cumi-cumi vampir penghuni lautan dalam. Ada banyak hewan yang hidup di dasar laut yang terasa asing bagi kita di darat. Padahal, di kedalaman laut sekitar 600–1000 meter bahkan bisa lebih dalam lagi. Di laut dalam ada spesies cumi-cumi yang mendapat julukan cumi-cumi vampir. Sudah lama ilmuwan ingin tahu bagaimana hewan yang hidup di perairan gelap ini bereproduksi. Ternyata amat berbeda dari cumi-cumi umumnya lho. Penasaran yuk simak penjelasannya! (ree)

Hewan ini hidup jauh di dasar laut. Meskipun dijuluki cumi-cumi vampir, tapi ia tidak mengisap darah, tidak sedikit hewan yang punya julukan vampir karena kecenderungannya minum darah atau penampilannya yang mirip vampir. Nah, dari kedalaman laut, ada si vampire squid atau cumi-cumi vampir.

Baca juga: Mengenal Hewan Nudribanch, Si Cantik yang Kanibal

Cumi-cumi vampir vampire squid; Vampyroteuthis infernalis yang berarti “cumi-cumi vampir dari neraka”. Penamaannya ini berasal dari warna tubuhnya yang gelap kemerahan, tentakel berbentuk seperti jubah, dan matanya yang berwarna merah atau biru tergantung pencahayaan.

Sejenis hewan laut yang wujudnya seperti hasil persilangan antara cumi-cumi dan gurita. Biarpun namanya cumi-cumi, cumi-cumi vampir bukanlah cumi-cumi. Mereka juga bukan gurita. Makhluk satu ini begitu unik sampai dimasukkan ke kategori tersendiri oleh para ilmuwan.

Karakteristik Cumi-Cumi Vampir

Cumi-cumi vampir memiliki bentuk tubuh yang tambun, sedangkan biasanya, cumi-cumi bertubuh ramping seperti torpedo.

Cumi-cumi vampir hanya ditemukan di laut dengan kedalaman 300 hingga 3.000 meter. Di kedalaman tersebut, cahaya matahari sudah tidak bisa tembus. Sebagai akibatnya, habitat tempat tinggal cumi-cumi vampir pun selalu di penuhi kegelapan dan memiliki suhu yang amat dingin. Karena tidak ada cahaya matahari, maka juga tidak ada tanaman laut yang menghasilkan oksigen. Oleh karena itu, gerakan cumi-cumi ini lambat, agar tidak memerlukan banyak oksigen.

Untuk mendeteksi keadaan sekitarnya, cumi-cumi ini memiliki sepasang benang kuning di sisi tubuhnya yang berfungsi sebagai organ sensor terhadap musuh dan mangsanya.

Baca Lainnya: Fakta Unik Sturgeon, Si Ikan Purba Penghasil Kaviar Yang Terkenal Mahal

Hewan ini memakan marine snow atau salju laut yang berupa kotoran atau sisa-sisa bangkai makhluk hidup yang jatuh dari wilayah permukaan ke dasar laut. Karena tinggal di kedalaman yang minim makanan dan cahaya Matahari, cumi-cumi vampir harus menghemat energi dengan tidak banyak bergerak.

Cumi-cumi dikenal memiliki tinta hitam yang disemburkan saat berada dalam bahaya. Nah, berbeda dari hewan ini, cumi-cumi vampir tidak punya tinta. Sebagai gantinya, cumi-cumi vampir memanfaatkan kemampuannya untuk menyala dalam gelap.

Selain kemampuan menyala dalam gelap, cumi-cumi vampir juga punya bentuk pertahanan diri lain. Kalau merasa terpojok, mereka akan menarik lengan-lengannya ke atas hingga menutupi kepala. Bagian dalam lengan mereka memiliki semacam duri lunak yang terlihat mengerikan bagi predatornya. Cumi-cumi vampir juga bisa memikat mangsanya dengan cara menyalakan organ bercahaya di ujung lengan & pangkal sirip ekornya. Karena mengira kalau cahaya tersebut berasal dari plankton makanannya, hewan mangsa cumi-cumi vampir akan langsung pergi menuju sumber cahaya – tanpa tahu kalau cumi-cumi vampir sudah menunggu untuk menyergapnya.

Selain itu, bagian dalam mantelnya juga berwarna sangat gelap. Hal ini membuat mereka mudah tersamarkan di dalam gelapnya area laut dalam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.