Sinopsis C-Drama The Little Nyonya episode 24(1)

oleh -21 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Bagi para pecinta drama Cina kali ini kami akan menghadirkan sedikit potongan dari sinopsis dalam drama Cina. Drama ini berjudul The Little Nyonya. Berikut part 1 dari episode 24. Untuk membaca episode awal kamu bisa klik ini(Ind)

Sinopsis C-Drama The Little Nyonya episode 24(1)

Sheng tidak bisa hanya diam menunggu suster mencari Yanzi. Dia mencoba mencari Yanzi dengan pergi ke atap rumah sakit. Dan benar, Yanzi ada disana. Begitu menyadari kehadiran Sheng, Yanzi panik dan mau langsung melompat. Sheng untungnya lebih cepat dan menahan Yanzi untuk bunuh diri. Dia berusaha menenangkan Yanzi yang terus memberontak dan melawan.

“Lihat aku. Aku adalah keluargamu. Keluarga yang tidak akan pernah meninggalkanmu. Sampai mau memisahkan kita. Berjanjilah kepadaku. Kumohon. Berjanjilah,” pinta Sheng.

Yanzi menangis dan mengangguk. Dia menangis begitu keras dalam pelukan Sheng. Tangisan yang selama ini terpendam di dalam hatinya.

Liu Yidao benar-benar tidak menyerah. Dia kembali datang ke kediaman tn Huang untuk melamar Yueniang. Kali ini, dia datang dengan membawa banyak barang sebagai mahar dan juga seorang mak comblang.

Ah Tao tetap mengusirnya apalagi karna Liu Yidao sekarang adalah ketua preman. Baginya, dia semakin tidak pantas untuk Yueniang.

Karna mereka tidak mau juga pergi, Ah Tao pun menyiramnya dengan air bekas pel. Liu Yidao masih juga tidak mau pergi. Ah Tao semakin marah dan ingin menyiramnya dengan air panas. Yueniang yang baru tahu Liu Yidao datang, menghalangi Ah Tao untuk tidak seekstrem itu.

Dengan tegas, Yueniang menyuruh Liu Yidao untuk pergi. Dia tidak bisa menerima lamaran Liu Yidao. Dia tidak akan menikahinya! Liu Yidao nggak peduli dan terus bilang akan menikahi Yueniang. Benar-benar menjengkelkan. Ah Tao sampai geram. Yueniang meminta Liu Yidao untuk berhenti bermain-main. Jika dia punya banyak waktu luang, lebih baik melakukan hal yang berguna. Dia mendengar kabar ada harimau di perkebunan karet Bukit Wuli dan dua orang pekerja terbunuh sehingga para pekerja lainnya juga takut pergi bekerja. Nah, daripada membunuh babi atau orang, bukankah lebih baik membunuh harimau sehingga bisa membantu banyak orang?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.