Alasan Kenapa Manusia Bukan Tempat Untuk Berharap

oleh -12 views
berharap

ZETIZEN RADAR CIREBON – Setiap orang pasti pernah menaruh harapan pada seseorang, dan kadang berujung kekecewaan dan kadang sesuai ekspektasi. Tapi kamu harus sadar kalu manusia bukanlah tempatmu berharap karena hanya pada Tuhan kita bisa berharap.

Namun adanya harapan karena ada kesempatan. Jadi selama masih ada kesempatan yang kamu lihat dalam diri seseorang, secara otomatis muncul harapan. Tetapi balik lagi, kita tidak bisa terlalu berharap pada manusia karena 5 alasan logis berikut.

1.      Kamu akan merasa sakit hati ketika sesuatu tidak tercapai

Memang benar terlalu berlebihan mengharapkan sesuatu dari orang lain bisa menimbulkan sakit hati yang dalam. Seperti halnya kamu mengharapkan cinta dari orang yang tersayang tetapi pada akhirnya dia meninggalkanmu.

Hal tersebut hanya akan menyakiti hati yang berdampak terhadap masa depanmu, jika kamu tidak bisa move on. Untuk itu jangan pernah berharap kepada manusia dan lakukan semua hal atas dasar niat yang tulus.

2.      Tidak bisa menghargai pencapaian yang telah di lakukan

Ketika kamu terlalu berharap kepada manusia dan pada akhirnya ekspektasi tersebut gagal untuk diraih. Hal itu akan menimbulkan sulitnya percaya atas kemampuan dan perjuangan yang telah dilakukan. Kamu akan merasa menjadi manusia rendah karena ada satu hal yang tidak tercapai.

Padahal sebagai manusia harusnya memperbanyak rasa ikhlas dalam diri. Jangan terlalu menyalahkan keadaan dan mulailah untuk mencintai diri sendiri.

3.      Kurang bersyukur atas nikmat yang telah Tuhan berikan

Terlalu berharap kepada manusia menjadikan seseorang selalu mematokkan keberhasilan dari pencapaian orang lain. Tentunya sikap tersebut akan mendorong seseorang lupa bahwa ada nikmat dari Tuhan yang harusnya disyukuri.

Tuhan selalu memberi kesempatan untuk setiap manusia untuk berjuang dan berdoa kepada-Nya. Maka dari itu berhenti untuk terlalu berharap kepada manusia dan serahkan segala sesuatu kepada-Nya. Hal itu karena rencana yang dilakukan oleh Tuhan lebih indah dari manusia.

4.      Menimbulkan rasa bersalah ketika tidak bisa mewujudkan ekspektasi

Rasa bersalah kepada diri sendiri maupun orang lain akan selalu datang ketika kamu berlebihan berharap kepada manusia. Hal itu dikarenakan kamu belum mampu untuk mewujudkan harapan tersebut.

Padahal jika kamu tidak terlalu berlebihan berharap, maka ketika kegagalan menghampiri justru hal itu dijadikan sebuah pelajaran.

Ingatlah bahwa suatu saat manusia akan belajar dan menang. Jika ikhlas dan pasrah kepada-Nya, pasti kamu akan tahu bahwa kegagalan hari ini hanya sebagai pembelajaran ke depannya.

5.      Trauma untuk memulai yang baru

Kekecewaan yang mendalam timbul ketika terlalu sering menaruh ekspektasi ke orang lain maupun sebaliknya. Kegagalan dan tidak tercapainya ekspektasi tersebut sering membuat seseorang trauma untuk memulai hal yang baru.

Rasa ketakutan akan hal buruk yang terjadi menghambat seseorang untuk berprogres kembali.

Maka dari itu jangan terlalu berharap lebih atas masa depan yang akan kamu jalani kepada manusia. Jika hal tersebut tidak terwujud nantinya akan menggores luka batin dan membuat trauma dalam diri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.