,

Depresi Perinatal, Pembunuh Penyap Yang Mengintai Keselamatan Jiwa Ibu dan Anaknya

oleh -29 views
Depresi-Perinatal-Pembunuh-Senyap-yang-Mengintai-Keselamatan-Jiwa-Ibu-dan-Anaknya

ZETIZEN RADAR CIREBON – Sobat Zetizen yang sudah berkeluarga maupun sobat Zetizen perempuan yang kini menjadi seorang Ibu yang tengah mengandung mungkin pernah mendengar atau belum pernah dengar sama sekali tentang depresi pasca melahirkan, tapi ada kondisi terkait lainnya yaitu depresi perinatal. Kondisi ini mengacu pada depresi yang terjadi sebelum dan/atau setelah kehamilan. Sedangka depresi pasca persalinan, sebaliknya, hanya terjadi setelah kehamilan. Nah, selagi sobat masih di masa muda yaitu mencari jati diri dan selagi bersenang-senang, yuk sempatkan membaca artikel satu terutama pada perempuan. (tezz)

Tanda mengalami depresi perinatal

Depresi saat hamil atau dikenal juga dengan depresi perinatal atau pregnancy blues adalah gangguan suasana hati yang dialami di masa kehamilan. Hingga saat ini belum diketahui jelas apa penyebab pasti dari kondisi ini.

Adanya perubahan zat kimia dalam otak yang berperan dalam pengaturan mood dan emosi diperkirakan menjadi salah satu faktor pemicu terjadinya gangguan suasana hati saat hamil.

Baca juga: Inferiority Complex, Sindrom Merasa Rendah Diri

Selain itu, dikutip dari bbc.com, faktor stres saat hamil dan situasi yang sulit selama kehamilan juga berperan. Keduanya dapat menjadi faktor yang berkontribusi terhadap gangguan suasana hati pada ibu hamil.

Depresi saat hamil kerap tidak terdeteksi karena banyak yang belum mengenal gejalanya. Gejala dan tanda depresi saat hamil, di antaranya:

  • Rasa sedih yang menetap
  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Mudah tersinggung
  • Kehilangan keinginan untuk melakukan hobi atau hal yang menyenangkan
  • Mudah merasa lelah
  • Gangguan tidur (sulit tidur atau terlalu sering tidur)
  • Gangguan nafsu makan (tidak ingin makan sama sekali atau makan berlebihan)
  • Merasa tidak berharga
  • Muncul pikiran tentang kematian berulang kali, hingga ada ide bunuh diri

Ada kemungkinan Anda memiliki depresi jika gejala-gejala tersebut terjadi selama dua minggu atau lebih. Selain itu, kondisi ini lebih sering terjadi pada trimester pertama dan ketiga kehamilan.

Lanjutan artikel ini ada di halaman berikutnya …

Baca juga artikel lainnya:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.