Emotional Blackmail! Sikap Manipulatif Dalam Hubungan

oleh -45 views

Tahapan dalam Emotional Blackmail

  • Demand, pada tahap ini, pelaku akan meminta korban melakukan sesuatu sesuai permintaan mereka. Dalam tahapan yang lebih serius, permintaan tersebut justru di lakukan tanpa kata-kata, dan hanya menunjukkan mimik atau gestur tubuh.
  • Resistance, yaitu kondisi saat pelaku justru merasa senang bila mendapatkan apa yang di inginkan serta tidak ada penolakan dari korban. Namun, bila menolak pun, korban justru akan merasa di pojokkan.
  • Pressure, tahap ini terjadi saat pelaku akan memaksa karena belum mendapatkan apa yang di inginkan. Umumnya, mereka mencipatakan rasa takut pada korban dengan memberi tekanan, hingga membuat korban meragukan diri nya sendiri.
  • Threats, yakni saat pelaku mulai mengancam dengan serius hingga menimbulkan rasa tidak nyaman bahkan perasaan terluka pada korban.

Ancaman ini dapat berupa ancaman langsung maupun tidak langsung, namun keduanya akan menciptakan situasi seolah-olah korban adalah pihak yang bersalah.

Contoh perilakunya

Beberapa perilaku emotional blackmail dari pasangan yang seringkali tak di sadari berikut ini, yaitu:

Memintamu melakukan sesuatu

Pasangan yang mulai sering mengajukan permintaan adalah langkah awal dari perilaku emotional blackmail. Permintaan ini di lakukan untuk pelahan-lahan membentuk sikap patuh pada diri mu, seperti melarang kamu pergi dengan teman hingga melarang komunikasi dengan lawan jenis.

Marah dan bersikap kasar saat ditolak

Pasangan yang melakukan emotional blackmail selalu ingin permintaannya di turuti. Bila tidak, mereka tak segan-segan untuk menunjukkan perlawanan dengan meyakiti diri mu, bersikap kasar, hingga marah dan merusak benda-benda di sekitar.

Baca juga: Emotional Numbness! Ketika Hati Sudah Mati Rasa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.