Hal Toxic yang Dinormalisasi dalam Kehidupan Sosial

oleh -99 views
sosial

ZETIZEN RADAR CIREBON – Kita sangat aware dengan perilaku toxic di sekitar kita, tapi yang jadi permasalahannya adalah perilaku toxic itu sulit di hindari. Dalam kehidupan sosial, perilaku toxic cenderung di normalisasikan untuk mempertahankan alasan.

Bisa dibilang “normalisasi” merupakan kedok agar mereka tetap bisa melakukan hal toxic. Beberapa hal itu, bisa di contohkan dalam uraian di bawah yang di lansir dari situs lifestyle.kompas.

1.      Kecanduan pada amarah

Tidak ada keraguan bahwa kemarahan adalah emosi yang sangat toxic. Kita sering melihat orang menahan amarah dan mudah untuk mengalihkannya ke orang atau topik lain. Misalnya, kita sedang marah dengan atasan di kantor dan tidak bisa berbuat apa-apa.

Jadi, amarah itu kita lampiaskan pada anak,  pasangan, atau orang lain di media sosial. Apakah amarah itu membantu menyelesaikan masalahnya? Atau kita ingin marah-marah agar terlihat penting dan pintar?

Sangat penting untuk memiliki resiliensi emosi, sehingga sumber amarah itu yang harus kita selesaikan, bukan mengalihkannya.

Baca juga: Ciri – Ciri Orang Toxic Yang Perlu Sobat ketahui!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.