Rahasia Nikmat Ikan Asin Khas Pangandaran

oleh -13 views
Ternyata ini rahasia nikmatnya ikan asin khas Pangandaran!

Ikan menjadi salah satu sumber protein yang tinggi yang bagus untuk manusia. Akan tetapi kadar air yang tinggi pada ikan menyebabkan daya simpannya relatif sebentar dan ikan akan mudah mengalami kemunduran mutu bahkan sampai pembusukan.

Untuk memperpanjang masa simpan yaitu dengan pengawetan. Berbagai teknik pengawetan yang sering digunakan antara lain pembekuan, pengeringan, pengasapan, penggaraman serta pengalengan.

Hasil olahan dari pengawetan produk perikanan bisa menjadi sumber perekonomian serta bisa menjadi ciri khas suatu daerah, dengan menjadikannya oleh oleh untuk para wisatawan. Berbagai produk hasil perikanan antara lain bakso ikan, abon ikan, nugget ikan serta sosis ikan.

Pada kali ini kelompok kami berkesempatan mengunjungi tempat pengolahan ikan asin yang ada di daerah Pangandaran. Ada proses pembuatan ikan asin teknik pengawetan yang dilakukan dengan penggaraman. Salah satu jenis ikan asin yang banyak dikenal oleh masyarakat adalah ikan asin jambal roti

Industri pembuatan ikan asin ini berada di Desa Pananjung, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Pemilik dari industri ini adalah ibu Asih, yang telah memproduksi ikan asin dalam skala rumahan selama puluhan tahun.

Alat yang digunakan dalam pembuatan ikan asin ini adalah wadah/baskom besar, saringan, pisau, cooler box serta para-para. Bahan yang digunakannya hanya ikan dan garam.

Ikan yang biasanya digunakan adalah ikan jahan dan ikan kedukang. Ikan jahan biasanya di dapat dari Pantai Pangandaran, sedangkan ikan kedukang didapat dari Pekalongan dan Cirebon.

Langkah-langkah pembuatan ikan asin ini antara lain ikan dibelah dan mulutnya akan dipotong serta dibersihkan kotorannya. Tujuan mulut ikan dipotong supaya tidak merusak kemasan Selanjutnya ikan akan direndam sebentar pada air dengan tujuan menghilangkan darah yang masih menempel pada ikan.

Setelah itu ikan akan ditiriskan serta dilumuri dengan garam dan dimasukan ke dalam box dan disusun rapi. Pada bagian paling atasnya diberikan tambahan garam lagi. Kemudian diamkan selama 1-3 hari, setelah itu ikan akan dicuci melalui 2 tahapan.

Pada pencucian pertama tujuannya adalah menghilangkan garam-garam yang masih menempel pada ikan. Pada proses ini memakai alat bantu yaitu sikat. Proses pencucian kedua tujuannya adalah memastikan tidak ada garam yang menempel pada ikan. Setelah itu ikan akan ditiriskan untuk selanjutnya disusun rapi pada para para yang nantinya akan dilakukan proses penjemuran.

Proses penjemuran biasanya dilakukan pada pukul 08.00-16.00 WIB dengan melihat kondisi cuaca yang ada. Pada jam 12.00 WIB akan dilakukan pembalikan ikan pada sisi lainnya agar keringnya merata.

Ikan dijemur hingga benar-benar kering. Selanjutnya ikan dikemas dalam plastik dan di staples, dan siap untuk dipasarkan. Target pemasaran ikan asin ini adalah para wisatawan yang berkunjung ke Pantai Pangandaran dan akan dijajakkan dengan berkeliling. Hal ini dilakukan karena ketika dititipkan di pasar keuntungannya akan sedikit, untuk dititipkan di toko juga biasanya lama untuk terjual.

Simpulan dari hasil observasi di lapangan sebelum menjadi ikan asin yang kita makan terdapat tahapan yang panjang dalam pengolahannya. Dimulai dari pembersihan hingga pengemasan. Tujuan dilakukannya penggaraman selain untuk memberikan cita rasa yang khas juga bertujuan untuk mengawetkan ikan.

Harapan kami semoga industri pengolahan ikan asin ini terus berkembang dan menghasilkan produk produk yang berkualitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *