Cara Berinteraksi dengan Orang Toxic Ala Stoa

oleh -12 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Orang toxic bisa disebut sebagai mahluk yang paling menyebalkan di dunia. Kenapa demikian? Karena kedatangannya dapat merubah keadaan yang semula damai menjadi penuh siksa.

Terkadang orang-orang toxic datang dengan berbagai ketoxicannya dengan anggapan bahwasannya apa yang dia pikirkan dan dia lakukan adalah hal yang benar. Nah nyatanya perilaku beracun seperti itu sudah ada loh sejak 2000 tahun yang lalu. Para filusuf-filusuf di jaman dahulu sudah memberikan kita jalan keluarnya yang sampai saat ini masih sangat relevan untuk kita praktikan. Penasaran bagaimana orang-orang terdahulu dengan bijak mengatasi sifat beracun dari orang lain? Yuk baca artikel ini sampai habis!

Butuh Dua Faktor untuk Merasa Terhina

Pernah gak sih kamu melihat ada orang yang marah-marah ke sebuah batu? karena batu itu ada dipinggir jalan, lalu orang itu tidak sengaja menendangnya. Apakah menurut si batu yang bersalah karena berada di situ, atau si pria itu yang karena tidak hati-hati ketika berjalan?

Sama seperti kasus di atas sebenarnya bagaimana cara kita memandang orang-orang yang menyebalkan yang membuat kita sakit itulah kuncinya. Kisah batu dan pria yang tersandung ibarat perbuatan orang toxic dan persepsi kita dalam melihatnya. Perbuatan orang yang menyebalkan seperti sebuah batu. Segala perbuatan yang dia lakukan kepada kita tidak akan bernilai apa-apa, sampai kita merasa tersakiti dan emosi dengan kelakuan pelaku.

Andai saja kita bisa menjadikan segala perbuatan mereka sepeti sebuah batu tentu saja kita tidak akan mempermasalahkan batu tersebut, justru ketika sadar batu itu hanya sebuah benda mati maka kita tidak perlu marah dengan batu tersebut.

baca juga : Belajar 5 Hal yang kamu Telat Sadari dalam Hidup

Berpikiran Positif

 Seperti yang sudah disebutkan di awal jika kita mencoba untuk berpikir positif mungkin kita bisa menilai bahwa  mungkin apa yang dilakukan pelaku ia lakukan karena ia merasa apa yang dia sampaikan adalah sebuah tugas untuk ia agar menjaga segalanya berjalan dengan baik. Oleh karena itu cobalah menilai bahwa apa yang dia lakukan memang sudah tugasnya. Walaupun kita harus kena omel darinya karena menurutnya langkah yang kita ambil keliru karena tidak sesuai ekspektasinya. Maka yang perlu kita sadari yang rugi adalah dirinya sendiri karena kebenarannya dia telah menolak sebuah kebenaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.