,

Mengenal Lebih Dekat Para Karakter Tate no Yuusha no Nariagari (Part 2)

oleh -33 views
Mengenal-Para-Karakter-Anime-Tate-no-Yuusha-no-Nariagari

ZETIZEN RADAR CIREBON – Tate no Yuusha no Nariagari yang sudah tayang dua musim lamanya, kini mendekati ending pada season 2. Ada banyak karakter bermunculan, mulai dari protagonist, antagonis, pemain pendukung, dan lain sebagainya. Dari berbagai karakter tersebut, pasti ada yang paling mendapat perhatian dari penonton mulai dari season awal hingga season saat ini. Untuk itu mari kita ulas para karakter di Tate no Yuusha yang paling menarik. Kita ambil yang terbaik tentunya. (tezz)

Motoyasu Kitamura

Motoyasu merupakan pahlawan tombak dari 4 pahlawan kardinal. Kemunculannya dalam season 1 sunguh sangat menyebalkan dan sangat naif serta mudah terhasut. Tipikal playboy dan suka bermain dengan perempuan dan tak heran jika saat pembentukan tim, hampir semua anggotanya terisi oleh perempuan.

Namun di balik semua itu, motoyasu sendiri sudah mati saat di panggil kedunia tersebut. Sebelum di panggil ke dunia lain, Motoyasu adalah seorang Mahasiswa Universitas di mana ia berkencan dengan terlalu banyak gadis dalam satu waktu dan sebelum ia menyadarinya, situasi menjadi ganas dan di tikam sampai mati. Karena trauma masa lalu ini, ia mengembangkan fobia terhadap wanita yang melakukan kekerasan atau yandere.

Baca juga : Mengenal Lebih Dekat Para Karakter Tate no Yuusha no Nariagari (Part 1)

Ren Amaki

Ren sang pahlawan pedang, ia dipanggil juga sebagai 4 pahlawan kardinal dan bahkan sama menyebalkannya seperti Motoyasu. Renkurang cenderung memperlakukan Pahlawan Perisai secara tidak adil di bandingkan dengan dua pahlawan legendaris lainnya, namun, ia buruk dalam bekerja sama dengan orang lain dan kecenderungan pemain solonya sering menyebabkan masalah.

Ren sendiri merupakan orang yang bertingkah keren dan berusaha sangat keras untuk menggambarkan citra seorang penyendiri. Ia menjalankan partynya seperti guild, hanya bekerja dengan anggota lain ketika mangsa yang ingin dia bunuh terlalu kuat untuk ia buru sendirian. Sikapnya terhadap rekan-rekannya adalah bahwa anggota yang lebih lemah harus bekerja untuk meningkatkan kekuatan mereka secara individu untuk mengejar yang lebih kuat.

Sama seperti Motoyasu, Ia juga telah mati sebelum dipanggil. Suatu hari saat dalam perjalanan pulang dari sekolah, Ren terjebak dalam kasus pembunuhan. Kasus pembunuhan itu cukup terkenal di sekitar kota tempat dia tinggal. Ren menyebutkan bagaimana ia ingat menyelamatkan sahabatnya dan bagaimana penjahat itu di tangkap. Namun ia berakhir di tikam di sisi tubuhnya saat menyelamatkan temannya dan selama perjuangan kemudian meninggal karena kehilangan darah.

Lanjutan artikel ini ada di halaman berikutnya …

Baca juga artikel lainnya :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.