Ikan Arapaima Seberat Dua Ton!

oleh -45 views

ZETIZENRADARACIREBON – Ikan arapaima adalah salah satu jenis ikan tawar terbesar dalam dunia hewan dan biasanya hidup di Sungai Amazon. Uniknya, baru-baru tiga ikan arapaima di temukan warga usai banjir bandang menerjang Garut. Tiga ikan raksasa itu ada di Sungai Cipeujeuh hingga akhirnya dikonsumsi warga. (cva)

Ikan pertama di temukan warga pada Sabtu (16/07/2022) dengan berat mencapai 50 kilogram dengan panjang sekitar dua meter. Adapun dua ikan lainnya di temukan warga pada Minggu (17/07/2022) dengan besar tidak jauh beda dari ikan pertama. Ketiga ikan tersebut di temukan dalam kondisi telah mati.

Kepala Seksi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah V Garut Dodi Arisandi mengungkapkan, ikan arapaima merupakan ikan eksotik yang berasal dari Sungai Amazon di Benua Amerika dan bukan ikan lokal Indonesia. Menurut Dodi, sebagaimana di beritakan Kompas.com, arapaima termasuk salah satu ikan yang tidak boleh masuk ke Indonesia. Ia menjelaskan, warga Indonesia yang memelihara ikan arapaima bisa di kenai sanksi pidana sesuai dengan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 yang di ubah menjadi Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009. Yang di kuatkan oleh Peraturan Menteri Nomor 41 Tahun 2014.

Pengungkapan

Belakangan di ketahui bahwa ketiga ikan predator yang bersifat invasif itu merupakan milik seorang bos pabrik pengolahan cengkih yang ada di kawasan Maktal, Kabupaten Garut. Tiga ikan itu di pelihara sejak kecil sang pemilik di kolam bagian belakang pabrik pengolahan cengkih tersebut.

Menurut Ikih (65), salah seorang karyawan pabrik, sebagaimana mengutip dari Detik.com, bagian belakang benteng yang mengelilingi kolam itu jebol saat banjir bandang. Akibatnya, ketiga ikan tersebut terbawa arus.

Dikutip dari National Geographic, ikan arapaima dikenal juga sebagai paiche atau pirarucu. Arapaima adalah ikan yang melapisi sungai hutan hujan di Cekungan Amazon Amerika Selatan dan danau serta rawa di dekatnya.

Ikan ini adalah salah satu spesies ikan air tawar terbesar di dunia dan dapat tumbuh hingga panjang 4,5 meter dan berat hingga 2 ton, meski jarang. Yang lebih umum, rata-rata panjang ikan ini adalah sekitar 1,8 meter dan 90 kilogram.

Arapaima memiliki kepala berwarna hijau tembaga dengan ujung meruncing. Mulutnya menengadah. Tubuhnya ramping berwarna hitam dengan pusat putih dan tentu saja bersisik.

Sirip punggungnya membentang di sepanjang punggung ke arah ekor besarnya yang berwarna merah. Nama Brasil mereka, pirarucu, berasal dari bahasa Tupi dan di terjemahkan secara kasar sebagai “ikan merah.”

Sebagai ikan yang butuh menghirup udara secara langsung, arapaima hanya bisa bertahan di bawah air selama 10 hingga 20 menit. Ikan ini cenderung tinggal di dekat permukaan air sebelum muncul untuk bernapas. Menggunakan sebuah kantung renang yang termodifikasi yang membuka ke mulut ikan dan bertindak sebagai paru-paru. Tegukan yang berisik dan khas itu membuat suara ikan ini seperti batuk dan bisa terdengar dari jauh.

Fakta Ikan Arapaima


Terkait pola makannya, ikan raksasa Amerika Selatan ini menggunakan strategi makan “gulper”. Dengan membuka mulutnya yang besar, ikan ini menciptakan ruang hampa yang menarik zat-zat makanan di dekatnya. Arapaima bertahan hidup terutama dengan memakan ikan, tetapi mereka juga dikenal memakan buah-buahan, biji-bijian, dan serangga.Nelayan memuat arapaima ke perahu mereka di wilayah Amazon Barat dekat Volta do Bucho di Cagar Alam Ituxi pada 20 September 2017. Pemahaman tentang evolusi makhluk hidup di Amerika Selatan selama ini bias. Mungkinkah di belahan bumi lainnya juga demikian?AFPNelayan memuat arapaima ke perahu mereka di wilayah Amazon Barat dekat Volta do Bucho di Cagar Alam Ituxi pada 20 September 2017. Pemahaman tentang evolusi makhluk hidup di Amerika Selatan selama ini bias. Mungkinkah di belahan bumi lainnya juga demikian?

Sebagai predator yang ganas, ikan ini juga dapat menggunakan semburan kecepatan pendek untuk melompat keluar dari air untuk memangsa burung, kadal, dan bahkan primata kecil dari pohon yang tergantung rendah.

Terkait reproduksinya, pergerakan dan siklus reproduksi ikan ini sangat bergantung pada banjir musiman Amazon. Ketika sungai meluap, ikan-ikan ini tersebar ke dataran banjir yang mengandung begitu banyak vegetasi yang membusuk sehingga kadar oksigen terlalu rendah untuk mendukung sebagian besar ikan. Kemudian, selama bulan-bulan air rendah, arapaima membangun sarang di dasar berpasir tempat betina bertelur.

Jantan dewasa memainkan peran reproduksi yang tidak biasa dengan mengerami puluhan ribu telur di mulutnya, menjaganya dengan agresif dan memindahkannya bila perlu. Telur-telur itu mulai menetas karena naiknya permukaan air memberi mereka kondisi banjir untuk berkembang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.