Pemerintah Ngotot Soal IKN : Jakarta Gak Aman!

oleh -22 views

ZETIZENRADARCIREBON – Pemerintah pada tahun ini mulai membangun Ibu Kota Nusantara (IKN). Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, mengatakan DKI Jakarta saat ini sudah tidak memiliki daya dukung untuk dikembangkan. (cva)

“Kalau kami di PU, kita sadar bahwa Jakarta ini daya dukungnya sudah gak mungkin lagi di kembangkan, seperti halnya NCICD untuk banjir, tapi untuk environmental remediation,” ujar Basuki di Kompleks Istana Kepresiden, Jakarta, Senin (11/7/2022).

1. Penurunan tanah di Jakarta sudah semakin nyata

Alasan Pemerintah Ngotot ke IKN: Daya Dukung Jakarta Sudah Gak Mungkin

Basuki kemudian menjelaskan, penurunan tanah di Jakarta sudah semakin nyata. Menurutnya, dalam beberapa waktu ke depan, sungai yang berada di Jakarta akan sulit mengalir ke laut.

“13 sungai berdasarkan data dan model yang kami buat, 15-20 tahun, mungkin 15 tahun sejak 2015, itu tidak akan bisa yang mengalir gravitasi ke laut, kecuali kalau kita bikin tanggul yang tinggi-tinggi. Karena penurunan tanah. Sudah sering kita bahas. Jadi daya dukung Jakarta ini sudah berat, memperbaikinya pun mungkin lebih mahal kalau kita bikin baru,” ucap dia.

“Jadi saya dari Kementerian PUPR dan eselon 1 bersepakat untuk itu, bukan gak ada neopolitis, gak ada apa-apa. Banjir ini kan belum tersentuh, air minum kita lagi mau. Bagaimana kita menyetop orang untuk tidak ambil air tanah, dipenuhi dulu dong, makanya ada Kariyan, ada Jatiluhur 1 Jatiluhur 2, ini akan selesai 2030. Kalau kami berdasarkan kajian itu harus pindah,” sambungnya

2. Jokowi bakal ke IKN 3 bulan sekali

Lebih lanjut, Basuki mengatakan, prioritas utama pembangunan di IKN yakni, Istana Kepresidenan, Istana Wakil Presiden hingga empat Kementerian Koordinator. Dia menyebut, Presiden Joko “Jokowi” Widodo juga meminta pembangunan Istana Kepresiden di IKN selesai pada 2024. Jokowi pun akan melakukan pengawasan secara langsung.

“Mungkin tiga bulan sekali beliau (Jokowi) akan ke sana, untuk beri semangat dan menghangatkan terus, supaya orang yakin kita mau pindah,” ujar Basuki di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (11/7/2022).

3. Pemerintah akan tanda tangan kontrak kerja sama dengan kontraktor pada 15 Juli 2022

Basuki mengatakan, pemerintah juga akan melakukan penandatanganan kontrak dengan kontraktor pada 15 Juli 2022. Ada sejumlah proyek yang akan kami buat dalam kerja sama itu.

“Dari 15 Juli ini, land development sudah tanda tangan kontrak, kemudian nanti ada jalan tol, jalan nasional dari Pulau Balang sampai ke IKN, kemudian jalan kawasannya sendiri dari jalan nasional itu ke arah titik nol dan istana, kemudian istana dan kantor presiden. Kemudian Kemenko, empat kemenko sudah kita mulai bangun,” kata dia.

Basuki mengatakan, penandatanganan kontrak itu tidak hanya dilakukan dalam satu waktu. Ada beberapa kali proses penandatanganan.

“Nanti tanda tangannya sampai dengan Juli, Agustus, September, Oktober itu penandatanganan kontrak. Sekarang sedang dilelang, karena lelangnya itu design and build, jadi kita yang kita siapkan basic design-nya. Nanti pemenangnya akan mendetail design-kan dan membangun jadi lebih cepat. Itu namanya design and build, rancang bangun,” ucap dia.

Basuki menerangkan, penandatanganan kontrak dalam periode tersebut bersama perusahaan nasional. Menurutnya, untuk perusahaan asing saat ini belum ada yang bekerja sama.

Sumber : idntimes.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *