Capung Jarum, Si Predator Imut Kawan Para Petani

oleh -190 views
Capun Jarum, serangga imut sahabat petani

ZETIZEN RADAR CIREBON – Sobat zetizen di sini pernah pergi ke pesawahan? Jika pernah ke sawah, kalian pasti sering dong melihat capung yang berukuran kecil satu ini kan? Yup, namanya Capung Jarum.

Capung yang satu ini memang tampilannya agak berbeda dari capung pda umumnya. Namun, capung yang satu ini sangat membantu para petani lho sob, mau tah? Yuk simak penjelasannya. (tezz)

Capung jarum atau biasa disebut damselfly, adalah serangga yang termasuk ke dalam ordo Odonata, subordo Zygoptera. Dan Jenis serangga ini biasanya dibagi ke dalam dua kelompok besar, yaitu sibar-sibar dan capung jarum.

Memiliki banyak sebutan dari capung jarum

Serangga terbang satu ini mempunyai nama yang berbeda di berbagai daerah di Indonesia, ada yang menyebutnya papatong jarum, kinjeng dom, kasasiur dan ada juga yang menyebutnya coblang.

Ciri-ciri pada jantan dan betina

Capung jarum (Schnura heterosticta) sangat mudah di kenali dan di bedakan dengan jenis capung  lainnya. Umumnya memiliki tubuh yang besar, namun serangga yang satu kerabat ini memiliki tubuh yang kurus terutama  ekornya yang menyerupai  jarum, sehingga sayapnya memiliki sayap yang tegak lurus pada ujung dan sepanjang ekor.

Tubuh pada jarum betina berwarna cerah dan mencolok, sedangkan pada  jantan lebih monokromatik, kekuningan atau  gelap.

Habitat Capung Jarum

Habitat capung ini  ada di mana-mana, tetapi biasanya capung  mudah di temukan di sepanjang  sungai, sawah, rawa, kolam, dan hutan. Namun, capung  juga bisa hidup di daerah pesisir dan daerah pegunungan.

Mereka lebih memilih tinggal di sumber air yang  bersih dan tidak tercemar untuk bertelur agar jangka hidupnya tetap terjaga. Oleh karena itu, keberadaan capung dapat di jadikan sebagai indikator apakah badan air tersebut masih bersih atau  tercemar.

Proses kawin yang unik

Sebelum musim pemijahan, ada proses yang cukup rumit pada pejantan. Biasanya, dua pejantan melayang-layang di depan betina, memperlihatkan bulu berwarna cerah, perut, atau kaki, dan mungkin semua kombinasi. Dalam hal kawin, capung jarum biasanya menyatu dalam  posisi “roda” dan terbang bersama seperti itu.

Setelah itu, jantan biasanya  tetap menempel pada betina ketika bertelur. Sementara itu, dia menggunakan klem di bagian atas perutnya untuk menahan bagian depan dada betina dengan kuat.

Kuat di dalam air dalam proses bertelur

Capung jarum betina  bertelur di dalam tubuh tanaman. Mereka yang bertelur di bawah air dapat menenggelamkan diri mereka sendiri selama 30 menit dalam satu waktu, memanjat sepanjang batang tanaman air dan bertelur pada interval.

Menguntungkan para petani

Serangga yang satu ini sangat membantu petani untuk mengendalikan jumlah hama yang menyerang tanaman yang di budidayakan. Pada saat masa kawin, serangga ini memangsa ngengat penggulung daun, sedangkan ketika ia masih menjadi nimfa. 

Nimfa tersebut bisa memangsa nimfa dari wereng dan ketika dewasa, capung dewasa memangsa serangga yang kecil kecil seperti wereng. Serangga ini biasanya berburu mangsanya terbang dibawah tajuk daun tanaman padi.

Sumber : sampulpertanian.com & mongabay.co.id

Baca juga : Terwelu Arktik, Kelinci Penghuni Antartika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.