Filosofi Kintsugi! Cara Mudah Pantang Menyerah

oleh -50 views
filosofi kintsugi

ZETIZEN RADAR CIREBON – Merasakan kegagalan membuat kita sering merasa bahwa diri ini tuh udah gak berguna lagi. Atau bahkan merasa diri udah gak berharga lagi. Tapi berbeda dengan di Jepang sana ada filosofi Kintsugi.

Dalam seni kintsugi, keramik yang pecah bukan berarti keramik tersebut udah gak indah lagi. Tapi, perlu sedikit “sentuhan” agar kembali menjadi keramik yang utuh dan menjadi karya seni baru yang indah serta bernilai tinggi.

Inilah filosofi kintsugi, sebuah filosofi yang mengajarkan kita bahwa bukan berarti kita udah gak berharga lagi saat mengalami kehancuran karena gagal. Tapi, kita perlu “perbaiki” agar bisa bangkit dari kehancuran itu dan menjadi lebih baik lagi.

Apa itu Filosofi Kintsugi?

Filosofi kintsugi di awali dari seni tradisional asal Jepang bernama kintsugi (金継ぎ), yaitu teknik merangkai kembali keramik yang pecah dengan menggunakan campuran pernis bubuk emas sehingga menciptakan sebuah karya seni dengan nilai yang baru.

Dalam filosofi ini, manusia di ibaratkan sebagai keramik yang pecah karena merasa dirinya hancur akibat mengalami kegagalan. Kepingan keramik yang pecah merupakan “bagian” dari dirimu yang hancur dan membuat kamu merasa diri kamu “incomplete.”

Saat kamu merasa bagian dari dirimu yang hancur itu tidak bisa di satukan kembali, filosofi kintsugi berkata lain. Karena dalam seni kintsugi, semua bagian itu berharga dan harus di perlakukan dengan sebaik-baiknya.

Baca juga: 7 Filosofi Ala Jepang yang Bisa Kamu Praktikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.