Kuntul, Burung Penghuni Lahan Basah dan Juga Pintar

oleh -236 views
Kuntul yang tengah berenang mencari makanan di rawa

ZETIZEN RADAR CIREBON – Sobat Zetizen pasti baru mengdengar nama Burung Kuntul yang satu ini. Burung ini sering di anggap mirip dengan burung Bangau. Namun Burung yang satu ini bukan termasuk dari keluarga Bangau lho sob? (tezz)

Jika penasaran mengapa berbeda, yuk simak pembahasan burung yang satu ini.

Memiliki banyak jenis

Burung Kuntul ini berasal dari keluarga Ardeidae. Burung yang satu ini terdiri dari beberapa jenis, beberapa di antaranya adalah Kuntul Besar, Kuntul Perak, Kuntul Kerbau, dan Kuntul Kecil.

Habitat Kuntul

Burung yang satu ini tersebar di seluruh benua. burung ini hidup di lahan basah. Namun, persebarannya bisa berbeda-beda. Seperti Kuntul Besar dan Perak misalnya, habitat mereka berada di hutan mangrove, rawa, atau danau.

Kemudian Cangak Kecil sering di temukan di sawah, tepi sungai, tempat-tempat berlumpur, atau sungai-sungai kecil di kawasan pantai.

Sedangkan Cangak Kerbau bisa di bilang yang paling unik. Jenis ini tidak terlalu tergantung pada tanah yang berair. Nama Cangak Kerbau sendiri disematkan padanya karena ia senang mencari makan di dekat kerbau atau sapi yang sedang merumput.

Makanan Burung yang satu ini

Cangak yang  hidup di lahan basah ini makanan utamanya adalah ikan dan katak. Meski demikian, tak menutup kemungkinan juga untuk berburu makhluk selain itu.

Misalnya Kuntul Besar, mereka juga suka makan udang, belalang, dan larva capung. Kemudian Kuntul Kerbau suka makan serangga yang berukuran agak besar seperti belalang sembah atau kumbang.

Baca juga: Maned Wolf, Serigala Berkaki Panjang

Kuntul memiliki IQ tinggi

Pada tahun 2005, seorang ilmuwan  Kanada bernama Dr. Louis Lefebvre menjelaskan metode pengukuran IQ melalui kebiasaan makan. Dengan metode ini, Cangak dianggap sebagai salah satu  burung paling cerdas di dunia.

Burung yang dlindungi

Di Indonesia, Cangak dari genus Egretta merupakan salah satu  burung yang dilindungi. Pengaturan terkait perlindungan burung ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1999 tentang Konservasi Jenis Tumbuhan dan Satwa.

Kuntul mempunyai stamina dan daya tahan tubuh yang kuat

Sobat zetizen mungkin bertanya-tanya, bagaimana bisa spesies satu ini berpindah dari satu daerah yang jauh ke daerahnya lainnya hanya untuk mencari makan dan berkembang biak? Jawabannya yaitu terletak pada stamina dan daya tahan tubuhnya yang kuat. Menurut penelitian, burung ini dapat terbang sejauh 4.000 km dan berpindah dari satu benua ke benua lainnya di dunia lho, wihh keren yah sob!

Bagus sebagai pengusir hama

Bagi para petani, keberadaa burung ini terutama pada Cangak kerbau sebenarnya bisa kita manfaatkan. Sebab, satwa tersebut kerap memangsa tikus dan keong yang merupakan hama pertanian.

Oleh karena itu, salah satu manfaat hewan bertubuh langsing ini adalah sebagai penyeimbang atau pengendali hama serangga maupun hewan kecil lainnya di area persawahan dan juga lahan basah.

Sumber: greeners.com & kicaumania.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.