Bioluminesensi: Fenomena Air Bercahaya

oleh -15 views
biolumenesensi

ZETIZEN RADAR CIREBON – Sobat pasti pernah melihat sebuah pantai yang bercahaya saat di sentuh atau beriak di malam hari. Fenomena tersebut di namakan Bioluminesensi, sobat.

Kata bioluminescence terdiri dari dua bahasa, bio yang artinya hidup dalam bahasa Yunani dan lumen yang artinya cahaya dalam bahasa Latin.

Biolumenesensi adalah fenomena terpancarnya cahaya dari tubuh makhluk hidup. Di mana makhluk hidup dapat memancarkan cahaya baik sementara ataupun secara terus-menerus dari tubuhnya. Cahaya yang dipancarkan dapat berupa cahaya berwarna kuning, oranye, biru, ungu, ataupun hijau.

Pada zaman dahulu, tersebar mitos di antara para pelaut kuno tentang laut yang gelap gulita tiba-tiba menjadi bercahaya.

Para pelaut kuno beranggapan bahwa laut yang bercahaya adalah tanda dari keberadaan nsekor naga atau dewa. Namun ternyata, peristiwa laut yang bercahaya adalah fenomena bioluminesensi yang terjadi karena organisme laut.

Penyebab bioluminesensi

Fenomena diproduksinya cahaya dalam tubuh makhluk hidup atau bioluminesensi disebabkan oleh reaksi kimia. Di lansir dari ReefCause Conservation, bioluminesensi terjadi karena adanya dua bahan kimia berupa senyawa organik luciferin dan enzim luciferase.

Baca juga: Tip of The Tongue! Fenomena Lupa Kata saat Berbicara

Di mana jika luciferin bereaksi dengan oksigen, maka cahaya tampak akan dipancarkan. Baca juga: Narwhal Si Unicorn Laut Namun, tidak semua reaksi bioluminesensi melibatkan enzim luciferase.

Di lansir dari National Geographic, beberapa reaksi bioluminesensi melibatkan ion reaksi yang di sebut sebagai fotoprotein. Reaksi antara luciferin, oksigen, dan fetoprotein untuk menghasilkan cahaya biasanya di katalis oleh ion kalsium.

Reaksi bioluminesensi menghasilkan cahaya dingin. Cahaya dingin adalah cahaya hampir tidak menghasilkan radiasi termal atau jenis panas apapun. Artinya, cahaya yang di hasilkan bioluminesensi cenderung dingin dan hanya sedikit menghasilkan energi panas.

Sebagian organisme bercahaya memiliki sel khusus yang dapat menghasilkan cahaya. Sel bercahaya khusus tersebut  yaitu fotosit yang dikelompokkan di dalam organ khusus yang disebut photophores.

Beberapa hewan dapat mengeluarkan cahaya jika bersimbiosis dengan bakteri luminous, yaitu bakteri yang dapat menghasilkan cahaya.

Bakteri luminous biasanya bersimbiosis dengan ikan ataupun cumi-cumi. Ketika terjadi simbiosis, bakteri luminous akan tersebar di lingkungan sekitar dalam bentuk individu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.