Kasus Mahsa Amini Pemicu Ketegangan di Iran

oleh -3 views
mahsa-amini
Source: https://awsimages.detik.net.id/

ZETIZEN RADAR CIREBON- Mahsa Amini adalah seorang wanita yang diduga menjadi korban kekerasan oleh anggota polisi. Mahsa Amini (22) sebelumnya dokter menyatakan ia mengalami mati otak, lalu meninggal karena pukulan polisi yang menilainya memakai jilbab dengan cara yang salah. (IND)

Sebagaimana yang terlansir dalam Iranwire, pemukulan itu terjadi saat Amini bepergian dari Kurdistan ke arah ibu Kota Teheran untuk mengunjyngi saudaranya. Polisi Iran mengatakan bahwa Amini tidak memakai jilbab sesuai aturan agama. Seorang saksi mata mengaku melihat polisi menangkap Amini dan memukulinya di dalam mobil polisi saat menuju lokasi penahanan.

Saat itu Amini tidak sendirian, ia bersama dengan Kiarash, kakak Amini. Kiarash menyampaikan bahwa sebuah mobil polisi menghalangi mereka, lalu menangkap Amini dan membawanya ke dalam mobil.

Kiarash juga mengatakan, Amini mendapat penahanan untuk menjalani pendidikan ulang cara mengenakan jilbab yang benar dan pantas. Tapi, dia lalu mendengar teriakan adiknya dan mencari informasi apa yang terjadi dengan penangkapan itu. Di sana Amini tidak sendirian, Kiarash melihat banyak perempuan lain yang juga yang menjadi tahanan polisi moral atau yang bernama “Gasht-e Irsyad” itu pada lari berhamburan.

Kiarash mendapat informasi bahwa salah satu dari perempuan itu terluka, dan ternyata itu adiknya. Amini dibawa ke rumah sakit dan mendapat perawatan.

Dokter memberitahu Kiarash bahwa saudara perempuannya menderita stroke atau serangan jantung. Akan tetapi, Belakangan ini, dokter mengungkap bahwa otak Amini sudah tidak sadar lagi, dan telah meninggal pada Jumat (16/9/2022).

Tanggapan Polisi terhadap Kasus Mahsa Amini

Polisi menyangkal adanya kekerasan dari pihaknya. Mereka mengatakan bahwa Amini tiba-tiba menderita serangan jantung ketika sedang pendidikan di tahanan.

Baca Juga: 9 September, Ini Logo HAORNAS Tahun 2022

Kiarash membawa kasus ini ke pengadilan untuk mengajukan keluhan atas kematian saudaranya itu.

Kantor Amnesty International Timur Tengah dan Afrika Utara pun mengatakan “Keadaan yang mengarah pada kematian mencurigakan dalam tahanan perempuan muda berusia 22 tahun, Mahsa Amini, yang mencakup tuduhan penyiksaan dan perlakuan buruk lainnya dalam tahanan harus mendapat penyelidikan secara kriminal”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.