Sering Nyalahin Orang Lain, Yuk Kenali Apa Itu Proyeksi Psikologis

oleh -66 views
proyeksi psikologis
Hands pointing fingers at each other. Blame concept.

ZETIZEN RADAR CIREBON – Salah satu mekanisme pertahanan diri secara emosional, proyeksi psikologis. Mekanisme ini aktif ketika seseorang mengalami kegagalan dan kelemahan tapi tidak ingin menerimanya. Melainkan mengalihkannya pada orang lain.

Konsep yang di temukan oleh Sigmun Freud ini mengubah emosi diri dari rasa bersalah dengan menuduh hal yang sama pada orang lain.

Misalnya ketika sebuah kelompok gagal mengerjakan tugasnya karena sang pemimpin yang tak bertanggung jawab. Alih-alih menerima kesalahannya, pemimpin akan menyalahkan anggotanya karena tak becus mengerjakan tugasnya.

Contoh lain ketika pasangan kamu tertangkap basah sedang selingkuh. Daripada merasa malu, ia malah beralasan karena kamu juga diam-diam melakukan hal yang sama.

Alasan Orang Melakukannya

Menurut psikoterapis asal Amerika Serikat (AS), Karen R. Koenig, LCSW, M.Ed, seseorang yang melakukan proyeksi kepada orang lain cenderung berusaha melindungi diri sendiri dari keharusan mengakui bagian yang tidak di sukai.

Ia pun menambahkan jika manusia pada hakikatnya lebih nyaman melihat kualitas negatif pada orang lain daripada dalam diri mereka sendiri.

Baca juga: Coba Introspeksi Diri dan Stop Menyalahkan Keadaan

Orang yang melakukan proyeksi psikologis adalah mereka yang tidak benar-benar mengenal diri nya sendiri. Dengan menuding orang lain memiliki emosi dan kekhawatiran yang sama, ini membuat mereka sedikit lebih tenang dan bisa mengabaikan emosi negatif itu.

Kebiasaan memproyeksikan perasaan kepada orang lain juga kerap di lakukan oleh orang yang kurang percaya diri serta rendah diri. Dalam skala yang lebih besar, rasisme dan homophobia juga merupakan bentuk proyeksi.

Dalam beberapa kasus, proyeksi dapat menjadi indikasi akan masalah kesehatan mental. Orang dengan paranoia termasuk yang memiliki gangguan kepribadian narsistik dan gangguan kepribadian ambang lebih mungkin melakukan proyeksi.

Baca juga: Self-Blaming! Menyalahi Diri Sendiri karena Gagal

Jenis-Jenis Proyeksi Psikologis

Melansir Good Therapy, secara umum terdapat tiga jenis proyeksi psikologis yang terdiri dari:

  • Neurotic projection: Dalam jenis ini, seseorang mungkin mengaitkan perasaan, motif, atau sikap yang mereka anggap tidak dapat di terima dalam diri mereka sendiri kepada orang lain.
  • Complimentary projection: Di definisikan sebagai bentuk asumsi bahwa orang lain dapat melakukan hal yang sama dan sebaik diri nya.
  • Complementary projection: Terjadi ketika seseorang menganggap orang lain merasakan hal yang sama dengan apa yang di rasakannya.

Cara menghentikan proyeksi psikologis

Untuk sobat yang sudah menyadari kalau kamu sering melakukan itu, yuk mulai sekarang berhenti dengan cara berikut.

1.      Kenali diri sendiri

Langkah awal untuk menghindari proyeksi adalah dengan mengenali diri sendiri, terutama kelemahan-kelemahannya. Melakukan refleksi diri ini membantu seseorang melihat diri nya secara objektif.

2.      Tanyakan pada orang lain

Jika ada orang terdekat yang bisa memahami diri Anda, tanyakan kepada mereka apakah pernah merasa jadi korbanmu. Pilihlah orang yang dekat denganmu agar mendapatkan jawaban yang kamu butuhkan.

3.      Konsultasi

Professional dapat membantu mengidentifikasi alasan mengapa proyeksi terjadi. Dengan melakukan hal ini, kepercayaan diri bisa meningkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.