Sinopsis F4 Thailand Episode 7 The Four Flowers (10)

oleh -9 views
f4-episode-1
source: news24xx

ZETIZEN RADAR CIREBON- Drama Thailand F4 adalah versi Thailand dari Drama Boys Over Flower asal Korea Selatan atau Meteor Garden asal China. Penasaran dengan ceritanya?, yuk kita intip sinopsis F4 Thailand Episode 7 bagian 10. (IND)

Ren dan Kavin tersenyum lebar mendengar ucapan Gorya yang membela Thyme. Sayang saja mereka nggak sempat merekamnya untuk di perdengarkan ke Thyme.

MJ benar-benar sabar. Dia masih terus menunggu di depan pintu kamar Thyme dan membujuknya agar mau memikirkan ulang keputusannya. Bagaimanapun mereka kan sudah berteman selama 10 tahun, apa iya dia mau hubungan yang sudah terjalin begitu lama, hilang begitu saja? Dari membujuk baik-baik, MJ mulai emosi dan berteriak-teriak. Dia lelah. Kalau Thyme terus seperti ini, rasanya seperti dia tidak pernah menghargainya dan pertemanan mereka selama ini.

Ren mengantarkan Gorya pulang ke rumahnya. Dalam perjalanan pulang, dia berhenti di billboard yang selalu memasang wajah Mira, tapi kini, sudah tidak lagi. Tidak seperti sebelumnya, dia sudah bisa tersenyum. Tampaknya, dia sudah memutuskan untuk merelakan Mira. Setelah itu, dia menghubungi Thyme.

F4 Thailand Episode 7 The Four Flowers bagian 10

Telepon dari Ren membuat Thyme tiba-tiba saja menjadi sangat emosi dan langsung pergi dari rumah. MJ jelas heran karena Thyme tiba-tiba keluar sambil membanting pintu. Mau kemana dia?

“Ren memanggilku ke sekolah. Bagus. Aku punya urusan dengannya,” jawab Thyme.

Khawatir kalau terjadi sesuatu, MJ langsung menelepon Kavin dan menyuruhnya untuk ke sekolah sekarang juga.

Gorya sudah sampai di rumah dan mencoba menghubungi Thyme, tapi tidak ada satupun pesannya yang di balas.

Baca Juga: Plot Dan Prolog Drama F4 Thailand – Boys Over Flowers

Sementara itu, Thyme, MJ dan Kavin sudah tiba di stadion terbengkalai di belakang sekolah. Tempat mereka biasa menyaksikan para korban mereka di bully, dulu. Di sana, Ren sudah menunggu. Sikapnya masih sama seperti biasa, sangat tenang. Sangat berbeda dengan Thyme yang emosian.

“Thyme, aku ingin bicara tentang….”

“Jika soal Gorya, tidak perlu. Aku tidak tertarik lagi dengan gadis itu. Aku sudah berpikir cukup lama. Bersamanya hanya membawa  masalah. Aku harus kehilangan teman. Itu tidak sepadan.”

“Kamu serius?”

“Ren, aku serius. Bagian saat aku mengusirmu dari F4, itu sejarah. Kamu bisa kembali. Dia hanya gadis biasa. Aku tidak peduli. Kamu bisa memilikinya. Dia milikmu,” ujar Thyme, memilih pertemanannya dengan Ren.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.