Sinopsis F4 Thailand Episode 8 The Present Perfect (2)

oleh -9 views
f4-episode-1
source: news24xx

ZETIZEN RADAR CIREBON-  Drama Thailand F4 adalah versi Thailand dari Drama Boys Over Flower asal Korea Selatan atau Meteor Garden asal China. Penasaran dengan ceritanya?, yuk kita intip sinopsis F4 Thailand Episode 8 bagian 2. (IND)

F4 Thailand Episode 8 The Present Perfect bagian 2

Braaak!! Ibu Gorya yang sedari tadi mendengarkan Roselyn menghina putri dan keluarganya, udah nggak tahan. Dia menggeberak meja dan berteriak memerintahkan Roselyn untuk berhenti bicara! Dia juga mengatai Roselyn yang tiba-tiba datang ke rumahnya dan malah menawarkan uang kepada putrinya seolah putrinya bisa dibeli!! Emangnya dia kira orang lain rendahan dan dia malaikat di langit sehingga dia nggak bisa memandang orang dengan setara, hah?!

“Di antara kita berdua, adakah bagian yang setara?” tanya Roselyn, membalas dan merendahkan.

Emosi Ibu meluap. Dia mengambil botol kecap ikan yang ada di atas meja dan melemparkannya ke Roselyn. Semua sampai terkejut, termasuk Pruek, asisten Roselyn. Roselyn jelas marah. Namun, berusaha tetap tenang dan tidak mau menerima sondoran saputangan dari Pruek.

“Lihat? Kamu menganggap dirimu sangat hebat. Tapi pada akhirnya, kamu dan aku sama-sama buang kotoran bau.”

“Kecap ikan? Pas sekali di rumah busuk ini,” hina Roselyn, masih belum mau berhenti.

“Lalu? Itu lebih baik daripada hatimu yang busuk! Bau mengerikan kecap ikan, tidak ada apa-apanya dibanding hatimu yang menjijikkan.” Ucapannya benar-benar mengena. Kla Khao sampai berseru kagum pada ucapan ibunya. Respect!

Ibu tidak mau mendengar lebih banyak lagi ucapan dari mulut Roselyn!. Oleh karena itu, Dia mengusir Roselyn dari rumahnya sambil menegaskan kalau rumah mereka tidak menerima orang seperti Roselyn. Meskipun dia miskin, dia bangga memiliki putri yang baik dan bermartabat. Putrinya tidak akan pernah mengambil uang busuknya! Pergi!!

Baca Juga: Plot Dan Prolog Drama F4 Thailand – Boys Over Flowers

“Sayang sekali. Hari ini aku datang menawarkan uang karena kurasa keluargamu dalam masalah,” ujarnya sembari menatap tas-tas yang ada di dekat pintu. “Baiklah. Kita lihat seberapa jauh martabat bodohmu akan membawamu. Dan ketahuilah ini. Kesetaraan hanyalah kata lain yang indah. Bagi orang sepertimu, sekeras apapun kamu berusaha, kamu tidak akan pernah layak mendapatkan Thyme.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.