Dr. Barryl James Marshall, Penemu Bakteri Maag

oleh -17 views
maag

ZETIZEN RADAR CIREBON –Tak bisa kita pungkiri bahwa bidang medis di zaman sekarang ini sudah berkembang pesat. Salah satu peran penting di dalamnya ada Dr. Barryl James Marshal yang menemukan bakteri penyebab maag.

Barry James Marshall adalah seorang dokter Australia. Marshall terkenal dengan menunjukkan bahwa bakteri Helicobacter pylori (H. pylori) adalah penyebab utama tukak lambung.

Membalikkan doktrin medis yang selama ini menyatakan bahwa tukak lambung di sebabkan oleh stres, makan makanan pedas dan asam terlalu banyak.

Pria kelahiran tahun 1951 silam ini berhasil menemukan sebuah fakta baru yang menjelaskan bahwa ternyata suatu jenis bakteri bernama Helicobacter pylori (H. pylori) yang selama ini dapat menyebabkan penyakit maag hingga kanker lambung pada manusia.

Penemuannya yang mampu membalikkan doktrin medis ini bahkan membuat diri nya memperoleh penghargaan Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran.

Baca juga: Euthanasia! 6 Fakta Unik Etika Medis The Good Death

Perjuangan dokter yang juga merupakan seorang profesor Mikrobiologi Klinis di Universitas Western Australia ini dalam membuktikan penemuannya tersebut tidaklah mudah.

Di lansir dari The Weird World, pada mulanya, tidak ada satu pun orang yang mempercayai penemuan Dr. Marshall. Diri nya bahkan di tertawakan oleh banyak orang, terutama para ilmuwan dan dokter.

Mereka menganggap bahwa teorinya tersebut merupakan omong kosong yang bahkan di larang untuk di terapkan. Sehingga diri nya juga tidak d iperbolehkan untuk melakukan tes kepada manusia.

Baca juga: Wajah Glowing dengan Tips dari Agama Islam

Namun hal ini tidak membuat Dr. Marshall menyerah. Dirinya bahkan rela membuktikan kebenaran teori hasil penelitian yang telah ia mulai sejak tahun 1982 tersebut dengan berbagai cara. Salah satunya yakni dengan meminum sendiri bakteri H. pylori.

Dan benar saja, setelah dirinya meminum bakteri  tersebut, tidak lama kemudian, dirinya merasakan sakit maag yang bisa diatasi dengan menggunakan antibiotik.

Dr. Marshall berhasil membuktikan hipotesisnya atas penelitiannya tersebut pada tahun 1985. Hasil penelitiannya tersebut bahkan di terbitkan di Medical Journal of Australia dan menjadi artikel yang paling banyak di kutip dari jurnal. Yang pada akhirnya mampu mengantarkan diri nya sebagai pemenang nobel di tahun 2005.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.