,

Elon Musk Resmi Akuisisi Twitter Tuai Kontroversi

oleh -14 views
Elon

ZETIZEN RADAR CIREBON – Sudah kurang dari sehari sejak Elon Musk mulai mengambil alih Twitter, tetapi kepindahannya ke puncak perusahaan sudah berdampak pada platform.

Banyak yang menyebut fenomena ini sebagai bentukan mid-life crisis dari sang triliuner. Mengangkat kembali perdebatan mengenai keberadaan sosok-sosok biliuner dunia yang di nilai destruktif.

Besarnya kekuasaan yang di miliki oleh tokoh-tokoh biliuner banyak memancing kekhawatiran mengenai monopoli dunia, terutama di saat-saat krisis. Tak sedikit yang juga mengingatkan bahwa uang sebanyak itu bisa di gunakan untuk menyelesaikan isu kelaparan di banyak negara.

Sebagai gantinya, uang itu justru di gunakan membeli sebuah aplikasi. Hal yang terlihat sepele dalam perbandingannya.

Baca juga: Co-Founder Twitter, Jack Dorsey Mengundurkan Diri Sebagai Chief Executive

Elon mengatakan bahwa niatnya mengakuisisi Twitter adalah karena kepercayaannya terhadap potensi Twitter sebagai platform media yang dapat menjadi medium kebebasan berbicara global. Sebuah alasan yang dapat menjadi pedang bermata dua di dunia modern ini.

Walaupun free speech adalah kebebasan modern yang d ilindungi juga oleh hak asasi manusia, namun kebebasan ini sudah sewajarnya memiliki batasan.

Hak asasi kita di batasi oleh hak asasi orang lain. Jika kebebasan berbicara di media sosial menjadi sesuatu yang terlalu absolut di khawatirkan akan menyuburkan budaya hate speech.

Baca juga: Elon Musk Menggeser CEO Amazon Menjadi Orang Terkaya di Dunia

Tapi nyatanya? Menyusul berita bahwa kesepakatan telah selesai, dan bahwa ia telah mulai membersihkan beberapa staf eksekutif perusahaan. Beberapa kelompok memilih untuk menguji aturan moderasi Twitter.

The Washington Post juga melaporkan bahwa “penghinaan rasial di posting secara merajalela dalam semalam,” beberapa jam segera setelah pengambilalihan Elon Musk.

Network Contagion Research Institute (NCRI), sebuah organisasi nirlaba yang mempelajari disinformasi di platform sosial. Mengatakan Jumat pagi bahwa mereka telah mengamati peningkatan tajam dalam kata-N (Nigga) di Twitter.

“Bukti menunjukkan bahwa aktor jahat mencoba menguji batasan di @Twitter,” kata kelompok itu. “Beberapa posting di 4chan mendorong pengguna untuk memperkuat cercaan yang menghina.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.