Kenapa Remaja Berkata Kasar dengan Mudah?

oleh -39 views
berkata kasar

ZETIZEN RADAR CIREBON – Hal yang sekarang menjadi lumrah di masyarakat adalah berkata kasar, apalagi remaja yang menjadikan kata-kata kasar sebagai bahasa sehari-hari, sebenarnya apa yang membuat mereka menjadikan hal itu menjadi hal yang lumrah?

Rasa hati ingin sekali menegur mereka agar tidak berkata kasar, tapi Anda pun pernah melakukannya saat remaja dulu. Padahal, tak kurang orang tua dan guru mengajari pentingnya berkata baik. Jadi, mengapa remaja di zaman apapun itu tetap suka berkata kasar ya?

Ingin terlihat dewasa

Menurut Dr. Francis Compton, psikolog yang mendalami perilaku remaja selama 30 tahun, anak dan remaja berkata-kata kasar agar karena ingin terlihat dewasa.

Anak dan remaja percaya bahwa berbicara seperti orang dewasa (dalam hal ini mengumpat dan sejenisnya) dapat membuat orang lain menganggap mereka sudah dewasa.

Pengaruh lingkungan

Lingkungan juga menjadi faktor penyebab remaja mudah berkata kasar, khususnya lingkungan yang di temui sehari-hari seperti keluarga, tempat tinggal, atau pertemanan di sekolah.

Dengan teman, remaja berkata kasar karena ingin di anggap “gaul”, tak mau di anggap “cupu”, atau tak mau berbeda dengan gaya bicara teman-temannya.

Baca juga: Yuk Bedain Antara Optimis dan Toxic Positivity

Orang tua pun tak luput dari penyebab. Mungkin Anda tak sadar sering mengumpat dan memori anak langsung merekamnya, hingga di kemudian hari mereka pun merasa tak masalah berkata kasar.

Meniru idola

Selain itu, faktor idola seperti influencer yang remaja temukan di media sosial juga memberi pengaruh dalam penggunaan bahasa sehari-hari.

Remaja tentu menganggap idolanya keren dan cenderung meniru apa yang di lakukan idolanya, termasuk saat berkata kasar. Belum lagi komentar netizen yang sering tanpa etika, membuat budaya toxic di dunia maya seolah wajar.  

Gangguan kepribadian

Mereka dengan gangguan kepribadian negativistic juga bisa cenderung berkata toxic. Hal ini di lakukan untuk menjatuhkan harga diri lawan bicara karena ada perasaan takut sebelum ia yang di jatuhkan oleh lawan bicara.

Jika ini di biarkan, maka berkata kasar menjadi kebiasaan sehingga apa yang salah menjadi seolah benar dan di anggap biasa.

Baca juga: Hal Toxic yang Dinormalisasi dalam Kehidupan Sosial

Meskipun seorang remaja cenderung berkata toxic karena pergaulan dan faktor lain yang di atas tadi. Mereka masih berada di fase yang sangat mudah terpengaruhi, coba lah untuk memberikan lingkungan dan contoh yang baik pada mereka.

Kalau sudah melewati batas, berilah ia sanksi yang sepadan tapi jangan melibatkan konsekuensi fisik. Tentukan dulu kata apa saja yang di anggap kasar kemudian tentukan jenis konsekuensinya.

Sesederhana membayar “denda” ke celengan hingga mengambil haknya atas hal yang ia sukai seperti screen time.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.