Negara yang Lolos Resesi Global, Indonesia Termasuk

oleh -14 views
resesi

ZETIZEN RADAR CIREBON – Seperti yang kita tahu, dunia sedang bersiap-siap menghadapi krisis ekonomi global yang akan terjadi dalam waktu dekat. Sebelumnya resesi secara global perah terjadi pada tahun 2008 lalu.

Hal itu d mulai karena krisis pasar perumahan AS pada 2007 dan Fed tak mampu berbuat apa-apa sehingga meledak jadi krisis global 2008.

Nah, meski mimpi buruk resesi di hadapi ekonomi global, ada beberapa negara yang di proyeksi bisa lolos dari jurang resesi ini. Negara mana saja?

Beberapa negara terutama dari kawasan Asia, khususnya Asia Tenggara, masih cukup kuat menghadapi resesi tahun depan.

Melansir dari CNBC Indonesia, Bank Pembangunan Asia (ADB) masih cukup optimis dengan pertumbuhan di sejumlah negara di wilayah Asia, khusunya Asia Tenggara.

Di Asia Tenggara, ADB melihat rata-rata pertumbuhan ekonomi di proyeksi berada di kisaran 5% pada 2023. Proyeksi ini turun di bandingkan 5,2% yang dirilis ADB sebelumnya.

Baca juga: Ekonomis dan Tanpa Oven! Resep Dessert Box Coklat

Namun, ini adalah pertumbuhan yang tinggi jika di bandingkan dengan proyeksi pertumbuhan dunia dari World Bank (Bank Dunia).

Bank Dunia meramal perekonomian global akan menyusut hingga 1,9 persen poin menjadi 0,5 persen pada 2023. Ini adalah proyeksi dalam skenario terburuk. Kemudian, pada 2024, ekonomi dunia akan kembali menurun 1 persen menjadi 2,0 persen.

Lantas, negara mana saja yang di proyeksikan dapat tetap makmur dan bertahan dari “serangan” resesi 2023? Berikut daftarnya:

1. Vietnam

ADB memperkirakan pertumbuhan ekonomi Vietnam akan tumbuh 6,7% pada tahun depan. ADB, dalam rilis terbaru September ini, mengungkapkan perekonomian Vietnam berkinerja cukup baik di tengah ketidakpastian ekonomi global.

“Rantai pasokan pangan global yang dipulihkan akan meningkatkan produksi pertanian tahun ini, tetapi biaya input yang tinggi masih akan menghambat pemulihan sektor pertanian,” tulis laporan ADB.

Lebih lanjut, melemahnya permintaan global telah memperlambat manufaktur Vietnam. Namun, prospek sektor ini tetap bullish mengingat investasi asing langsung yang kuat di sektor ini, menurut ADB.

Baca juga: Fakta Unik Beruang Hitam Asia, Si Pecinta Buah Sejati

2. Filipina

Filipina di proyeksi akan mencetak pertumbuhkan sebesar 6.3% pada 2023. “Pemulihan ekonomi di perkirakan akan mendapatkan daya tarik tahun ini dan tahun depan, di dukung oleh penguatan investasi dan konsumsi domestik,” kata ADB.

Pemulihan ekonomi di Filipina ini di pengaruhi oleh faktor-faktor seperti tren turun dalam kasus Covid-19 dan pelonggaran mobilitas masyarakat.

3. Kamboja

ADB mempertahankan perkiraan pertumbuhan ekonominya untuk Kamboja pada 5,3% pada 2022, tetapi menurunkan perkiraan 2023 menjadi 6,2% dari 6,5% karena pertumbuhan global yang lebih lemah.

Kendati dipangkas, pertumbuhan ekonomi Kamboja tetap tinggi pada tahun depan. Ekonomi negara tersebut akan di topang oleh kinerja manufaktur yang kuat, dari produksi garmen hingga alas kaki meskipun terjadi perlambatan ekonomi di Amerika Serikat.

Output industri di proyeksikan tumbuh 9,1% tahun ini, sebelum berkurang menjadi 8,6% pada tahun 2023 karena permintaan eksternal yang lebih lemah.

Baca juga: Fenomena Langit yang Akan Muncul di Oktober

4. Indonesia

Ekonomi Indonesia di perkirakan tumbuh 5% pada tahun 2023, terpangkas dari proyeksi sebelumnya 5,2%. Hal ini sejalan dengan kondisi eksternal yang penuh ketidakpastian. Kondisi ini, menurut ADB, bisa mempengaruhi kinerja ekspor Indonesia.

Kendati demikian, ADB menilai pemulihan ekonomi Indonesia masih sesuai dengan jalurnya.

5. Malaysia

Sama halnya dengan rekan negara lainnya di Asean. Malaysia mengalami penurunan proyeksi dari 5,4% menjadi 4,7% pada tahun depan. Namun, jika di lihat secara wilayan, pertumbuhan ini lebih baik dari Singapura dan Brunei Darussalam yang masing-masing di ramal tumbuh 3% dan 3,6% pada 2023.

Pelambatan ekonomi global menjadi alasan dari pemangkasan ini.

Dengan demikian, Asean di pastikan menjadi wilayah yang masih tumbuh positif pada tahun 2023, di tengah gejolak ekonomi dunia yang di perkirakan bergeser ke arah resesi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.