Yuk Bedain Antara Optimis dan Toxic Positivity

oleh -20 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Banyak dari kita yang sudah mengenal istilah toxic positivity. Yaitu menunjukan respon pada orang lain atau diri sendiri dengan positif yang berlebihan atau tidak rasional. Meskipun hampir sama, tapi optimis dan toxic positivity jauh berbeda.

DI lansir dari laman hellosehat, sikap optimis dan toxic positivity sama-sama berprinsip dari pikiran yang positif. Akan tetapi, bukan berarti orang optimis tidak pernah berpikir negatif. Mereka pun merasakan amarah, rasa sedih, dan kekecewaan yang sama dengan orang lain.

Hanya saja, orang-orang yang optimis tidak membuang pikiran negatifnya begitu saja. Mereka sadar bahwa wajar untuk berpikiran negatif ketika tertimpa masalah. Bedanya, mereka memilih untuk melihat suatu masalah dari sudut pkamung yang lebih cerah.

Bersikap optimis adalah pilihan. Sekalipun selama ini Kamu selalu memkamung masalah dari sisi negatifnya saja, Kamu bisa berlatih untuk mengubah sudut pkamung ini. Prosesnya tentu tidak singkat, tapi bukan berarti mustahil.

Apa bedanya sikap optimis dan toxic positivity?

Seperti namanya, toxic positivity merupakan sikap positif yang bersifat seperti racun. Toxic positivity muncul ketika seseorang percaya bahwa satu-satunya cara yang benar untuk menjalani hidup hanyalah dengan bersikap positif saja.

Baca juga: Toxic Positivity Dan Cara Menghindarinya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.