Bedanya Kesepian Depresi dengan yang Wajar

oleh -16 views
30980141 - silhouette of male person against a colorful horizon.

ZETIZEN RADAR CIREBON – Kesepian sudah jelas  di alami banyak orang, dan mungkin kamu salah satunya. Ada beberapa kondisi yang menyebabkan orang kesepian, salah satunya adalah depresi, tapi belum tentu juga.

Sebenarnya kesepian itu seperti apa, sih?

Di lansir dari situs hallosehat, kesepian merupakan sebuah keadaan di mana seseorang merasa hampa, sendirian, dan tidak di inginkan. Para ahli sepakat bahwa kesepian merupakan keadaan mental, bukan fisik.

Banyak orang yang merasa kesepian padahal dirinya sedang berada di tengah keramaian atau di tengah orang-orang terdekatnya.

Kesepian di kaitkan dengan faktor internal seseorang, misalnya memandang rendah diri sendiri akibat tidak percaya diri. Orang yang memiliki kepercayaan diri yang kurang percaya bahwa mereka tidak layak mendapatkan perhatian dari orang lain.

Apa bedanya merasa kesepian yang wajar dan kesepian karena depresi?

Kesepian terkadang berdiri sendiri, tetapi tidak jarang menjadi salah satu tanda masalah kesehatan jiwa tertentu.

Kesepian normal umumnya bukan masalah yang harus di tangani secara khusus. Sedangkan kesepian yang mengarah pada depresi membutuhkan penanganan segera agar tidak mengarah pada kondisi yang lebih parah.

Baca juga: Cara Tepat Atasi Kesepian, Jangan Larut dengan Keadaan

Oleh karena itu, penting untuk memahami perbedaan mendasar terkait kesepian yang wajar dan kesepian yang di kaitkan dengan depresi.

Kesepian yang masih wajar biasanya bersifat subjektif dan tidak memiliki indikator tertentu untuk dikategorikan sebagai kesepian. Hal ini di karenakan penyebab dan gejalanya bisa berbeda di setiap orang.

Sedangkan kesepian karena depresi biasanya lebih rumit karena tak hanya merasa sendiri, kesepian ini biasanya di sertai dengan gejala depresi secara umum. Untuk dapat melihat perbedaan kesepian di antara dua kasus tersebut, berikut beberapa gejala umum dari depresi yaitu:

  • Merasa tidak berharga dan tidak dipedulikan oleh siapa pun.

Kamu mungkin akan merasa hidup yang Kamu jalani sangat buruk, selalu memikirkan kegagalan dan kehilangan yang pernah terjadi dalam hidup.

Putus asa.

Kamu akan menjadi orang yang sangat pesimis dan percaya bahwa tidak akan ada hal baik yang akan terjadi pada Kamu.

Baca juga: Cara Atasi Sunday Blues, Tak Ada Lagi Depresi saat Libur

Gelisah berlebihan.

Beratnya beban yang Kamu pikirkan Kamu akan merasakan gelisah yang berlebihan di luar kendali Kamu.

Tidak tertarik melakukan apa pun.

Hobi atau kegiatan yang biasanya Kamu nikmati mungkin tidak lagi menarik bagi Kamu. Saat seseorang merasa depresi, hasrat seksualnya bisa menurun drastis.

Tidak memiliki gairah.

Kamu mungkin akan merasakan diri Kamu sangat lelah dan tidak bergairah. Kondisi ini biasanya mengarah pada terbengkalainya tugas dan pekerjaan sehari-hari.

Sulit berkonsentrasi.

Kamu biasanya akan susah fokus, bahkan untuk hal sepele sekalipun. Misalnya menonton TV atau membaca berita di internet.

Perubahan pola tidur.

Orang yang memiliki gejala depresi biasanya mengalami perubahan jam tidur. Sekali waktu mungkin Kamu bangun terlalu pagi, tapi di lain waktu mungkin Kamu justru mengalami insomnia dan tidak bisa tidur semalaman. Ada kemungkinan juga Kamu tidur lebih lama dari biasanya.

Seperti yang di katakana di awal, belum tentu kesepian yang kamu rasakan ini pasti karena ganggan kejiwaan, tapi bisa saja karena faktor lain. Jangan sampai mengambil langkah self diagnosis dan melakukan hal yang memperburuk kondisimu!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.