,

Konser NCT 127 Bubar Akibat Oknum Egois

oleh -11 views
NCT 127

ZETIZEN RADAR CIREBON – Konser NCT 127 yang di mulai bahagia, berakhir sebagai aib para Kpopers seluruh Indonesia. Pasalnya konsert tersebut di hentikan secara paksa saat ada keributan di tengah-tengah kerumunan penonton.

Semua dimulai pada Jumat (4/11) siang, fan sempat di buat khawatir dengan kabar ancaman bom atau gangguan keselamatan di lokasi konser.

Khawatir muncul atas keselamatan diri sendiri, sang idola, dan fan lainnya. Tak pelak terpikir juga kemungkinan konser batal di gelar karena ancaman tersebut.

Namun, kekhawatiran itu perlahan hilang ketika polisi memastikan kondisi aman dan kondusif untuk konser. Rasa khawatir pun semakin sima ketika masuk hall konser. Banyak tim medis dan pengamanan yang berjaga di antrean fan hingga setiap lokasi kategori penonton.

Air minum yang kerap jadi permasalahan saat konser juga terlihat melimpah di setiap kategori. Perasaan semakin lega ketika konsernya di mulai dan tepat waktu.

Konser di buka semarak dengan salah satu lagu paling hit NCT 127, Kick It. Lagu dengan hentakan kuat, pencahayaan yang meriah, serta efek letupan di awal penampilan seperti memompa semangat fan. Beberapa lagu hit lainnya mengikuti, seperti Lemonade dan Cherry Bomb.

Para member kemudian menyapa fan. Satu hal yang saya sangat ingat adalah NCT 127 benar-benar menyoroti keamanan dan keselamatan para fan.

Sedari awal, mereka sudah meminta fan tetap menjaga keamanan dan bisa →bersenang-senang tanpa ada yang terluka. Fan kala itu mengiyakan permintaan para member.

Namun janji itu sepertinya tidak ditepati semua fan hingga akhir. Konser sempat berjalan sekitar 2 Jan 20 menit. Lagu-lagu yang membuat fan berteriak histeris hingga alunan Ballad di nyanyikan NCT 127. Belum lagi penampilan solo dari masing-masing member yang disambut begitu meriah oleh fan.

Permasalahan justru terjadi jelang akhir konser. NCT 127 kala itu sedang menampilkan Paradise. Setiap member membawa keranjang berisikan bola yang mereka tanda tangani dan dilempar kepada fan.

Baca juga: Pertama kalinya NCT 127 Raih Gelar Daesang

Pada saat yang sama, tampak jelas wajah khawatir Taeyong dan Mark saat melihat fan yang berada di depannya. Johnny yang sebelumnya melompat-lompat pun langsung berhenti ketika menyaksikan kondisi di depannya.

Lagu Paradise pun berhenti. Mark dengan bahasa Inggris meminta fan untuk mundur. Permintaan serupa juga diutarakan oleh Taeyong.

Namun, sepertinya permintaan itu diabaikan sejumlah fan.. Haechan bahkan meminta fan yang merasa kesulitan atau kesakitan untuk mengangkat tangan.

Member boy band yang lain sampai ikut meminta fan di bagian depan yang paling dekat panggung untuk mundur. Lagi, permintaan yang langsung disampaikan sang idola di biarkan begitu saja.

Konser sempat terhenti sekitar 10 menit karena menunggu penonton untuk bisa mundur dan memberi ruang bagi yang lain. Konser kemudian di lanjutkan kembali dengan lagu Touch.

Saya yang berdiri di dekat tim medis mulai merasa khawatir lagi karena melihat mereka berlari bahkan membawa tandu.

Beberapa penonton terlihat di bawa ke bagian kesehatan, salah satunya di papah dan duduk di sebelah saya dan mengatakan “terdorong ke belakang sampai jatuh bareng 10 orang lain” di CAT 1D.

Benar saja. Setelah Touch selesai, member NCT 127 menghilang dari panggung dan lampu hall tiba-tiba di nyalakan seperti menandakan acara telah selesai.

Di tengah kebingungan atas itu, jelas terdengar pemberitahuan 30 orang pingsan sehingga konsernya malam itu di hentikan.

Kekecewaan jelas muncul saat mendengar hal itu, Kecewa kepada sesama penonton yang begitu egois sehingga berimbas pada fan-yang benar-benar datang untuk menikmati konser.

Detik-Detik konser Bubar

Kenyataannya, masih begitu banyak penonton lain memilih mundur ke area belakang yang lebih luas, lowong, kemudian menari daripada mendorong sesama fan dan memaksa ke dekat panggung untuk mendapatkan signed balls.

Terlebih lagi, NCT 127, sang idola juga yang telah meminta secara langsung supaya tidak saling dorong dan meminta menyebar ke area belakang yang masih kosong, tapi di abaikan para oknum.

Semua memang kembali lagi kepada pilihan dan sikap yang di ambil dari masing-masing penonton konser.

Oknum-oknum itu seperti tak bisa berpikir bahwa konsernya di Indonesia menjadi salah satu event internasional pertama yang berlangsung usai tragedi Itaewon. Konser kemarin juga menjadi

kesempatan yang lama di tunggu-tunggu supaya bisa bersenang-senang tiga jam bersama NCT 127 setelah mereka beberapa kali ke Indonesia hanya untuk

penghargaan. Tak hanya di Korea, acara musik di Indonesia juga sesungguhnya sedang dalam bayang-bayang pengetatan setelah beberapa kali peristiwa kerumunan hingga ada

yang berujung kasus dugaan pelanggaran UU Kekarantinaan Kesehatan.

Oleh sebab itu, 30 orang pingsan, belum lagi penonton yang terkilir dan terkulai lemas jelas di sebabkan keegoisan para oknum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.