,

Mengapa Tragedi Stampede Itu Menakutkan?

oleh -28 views
stampede

ZETIZEN RADAR CIREBON – Belum lama ini, sebuah acara Halloween yang menyenangkan berubah drastis menjadi horror beneran. Hingga mengakibatkan fenomena stampede yang menelan korban sebanyak 154 jiwa.

Korban sebanyak 154 juga termasuk seorang artis dan 26 warga negara asing (WNA).

Lalu bagaimana tragedi ini bisa terjadi?

Kejadian ini di mulai Sabtu malam waktu setempat. Ribuan orang, yang sebagian besar anak muda, berkumpul di tempat yang memang dipenuhi dengan bar dan restoran tersebut.

Beberapa akun mengatakan 100.000 orang telah turun ke daerah itu untuk merayakan Halloween. Warga bersemangat setelah dua tahun pembatasan ketat Covid di negara itu.

Hal sama juga di katakan seorang pekerja IT dari India, Nuhyil Ahammed (32). Ia yang termasuk di antara kerumunan, mengatakan warga menghadiri pesta Halloween Itaewon, yang maman surah di gelar lima tahun berturut-turut.

mengapa dan bagaimana bisa terjadi stampede hingga menelan begitu banyak korban?

Kerumunan massa tanpa pengelolaan psikolog dan mengakibatkan kepanikan di sebut dengan stampede.

Stampede sendiri dapat menimbulkan banyaknya korban jiwa, karena pada saat suatu acara berlangsung dengan banyaknya kerumunan massa yang tidak terkendali akan mengakibatkan kepanikan.

Krisis alur-alir kerumunan massa merupakan gabungan fenomena panis, lari, desak, dorong, himpit-himpitan sampai saling injak dan juga saling serbu.

Saat terjadi kerumunan massa hal yang harus di perhatikan adalah bagaimana terbentuknya dan interaksi massa agar dapat terkendali dengan baik saat suatu acara berlangsung dan berakhir.

Dalam studi neurosains menunjukkan bahwa kepanikan massal berbeda dengan ketakutan pada level personal.

Dimana dalam kepanikan massal, dinamika interaksi antarindividu lebih penting di bandingkan dengan emosi perorangan.

Saat kerumunan massal mengalami kepanikan maka akan memunculkan naluri ‘selamatkan diri masing-masing’, sehingga perilaku yang muncul adalah bagaimana meninggalkan sumber bahaya menjadi lebih dominan.

Sehingga, ini memicu aktivitas antisipasi dan amplikasi aksi yang lebih tak terkontrol. Ciri khas kematian yang di alami dalam stampede adalah berupa trauma di bagian kepala dan dada. Ini terjadi karena benturan akibat terinjak, terjatuh, berdesakan, dan kekurangan oksigen.

Pada beberapa kasus stampede, orang-orang yang selamat mengungkapkan bahwa mereka tidak dapat melihat dan mendengar apa yang sedang terjadi di hadapan mereka.

Sehingga membuat mereka keliru bergerak maju ke arah pintu yang terblokir. Ini menjadi suatu sebuah disiplin baru dalam studi kesehatan masyarakat.

Karena kerumunan massal mengandung ancaman kesehatan masyarakat sehingga membutuhkan penyediaan layanan terkait.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.